Wabah Ebola Kongo Makin Parah

Petugas memvaksin wilayah di Kongo yang terjangkit virus EBola (Washingtonpost.com)
11 Agustus 2018 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KINSHASA Virus Ebola kembali mewabah di Republik Demokratik Kongo. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan, virus ini telah merenggut nyawa sekitar 33 orang di Kongo. Wabah ini menyebar di lima titik di Kivu Utara dan satu lokasi di Ituri, Kongo.

Dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (10/8/2018), organisasi bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengaku kesulitan membantu memberantas wabah Ebola di Kongo. Sebab, wabah tersebut menjangkiti wilayah terpencil yang berbatasan dengan Rwanda dan Uganda. Wilayah itu juga dilaporkan sebagai basis pertahanan pemberontak yang telah membunuh sekitar 1.000 warga sipil selama empat tahun terakhir.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Kongo mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi virus Ebola. Mereka telah melakukan vaksinasi terhadap masyarakat di Kivu Utara. Berdasarkan laporan tercatat ada sekitar 44 orang yang terinfeksi virus Ebola sejak awal Agustus 2018 lalu.

"Kami telah melakukan vaksinasi. Cara ini sangat penting dalam melawan virus Ebola. Itulah sebabnya kami melakukan vaksinasi secepat mungkin. Namun, kami cukup kesulitan untukmenjangkau wilayah yang terjangkit wabah Ebola karena lokasinya terpencil," kata Oly Ilunga, Menteri Kesehatan Kongo.

Sejauh ini, pihak WHO telah memberikan bantuan logistik untuk mengatasi wabah Ebola di Kongo. Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, Ebola merupakan virus mematikan yang menular dengan cepat. "Virus Ebola tersebar dengan cepat. Jadi, kita harus segera bertindak untuk menekan wabah itu. Salah satu caranya dengan vaksinasi," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sebagai informasi, Ebola merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menular melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita seperti urine, tinja, air liur, dan air mani. Ebola menjadi salah satu penyakit yang sangat diperhatikan oleh WHO.

WHO mencatat ada sekitar 18.000 kasus Ebola di Afrika Barat dengan angka kematian mencapai 30 persen. Para ahli medis masih terus mencari obat untuk menyembuhkan penyakit dengan tingkat kematian tinggi tersebut.