Sejak 2017, Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi Diklaim Bukan Dadakan

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8 - 2018). (Antara/Hafidz Mubarak A)
11 Agustus 2018 20:14 WIB Adib Muttaqin Asfar/ Suara.com Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Keputusan Joko Widodo (Jokowi) menggandeng Ketua MUI Maruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya pada Pilpres 2019 memang mengejutkan. Namun, PPP mengklaim munculnya nama Ma'ruf keputusan mendadak, bahkan sejak 2017 lalu.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Baidowi mengklaim nama Ma'ruf Amin sebenarnya telah dipersiapkan sebagai cawapres Jokowi oleh partainya sejak Desember 2017. "Sejak Desember, Ketua Umum Romahurmuziy sudah mengundang Kiai Maruf untuk menjajaki kemungkinan itu,” kata Baidowi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018), dilansir Suara.com.

Karenanya, Baidowi mengklaim penunjukan Ma'ruf Amin sebagai cawapres oleh Jokowi sudah melalui proses seleksi yang matang, bukan terburu-buru, panik, maupun dipengaruhi pihak lain. "Jadi pilihan terhadap Kiai Maruf sudah melalui proses yang matang dan dalam pemilihannya, tidak terpengaruh dari jebakan atau pandangan orang. Kami mencari sosok yang bisa diterima kalangan dan bisa diterima semua kelompok," katanya.

Dia juga menyayangkan pemahaman beberapa orang yang menafsir inisial M yang disampaikan Romahurmuziy sebagai Mahfud MD. "Dalam berbagai kesempatan Gus Rommy menyampaikan bahwa pendamping Pak Jokowi berawalan huruf M, tapi orang-orang mengasosiasikan kepada Mahfud MD padahal yang nama depannya M banyak," kata Baidowi.

Terpilihnya Maruf Amin sebagai bakal cawapres Jokowi memang mengagetkan bagi sebagian pihak. Pasalnya, yang santer dibicarakan hingga menjelang pengumuman adalah nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Namun klaim PPP tersebut tidak sejalan dengan apa yang diungkapkan Mahfud MD menjelang dan sesudah pengumuman cawapres oleh Jokowi. Solopos.com mencatat, pada Kamis (9/8/2018) sore menjelang deklarasi, Mahfud MD mengungkapkan dirinya yang dipilih sebagai cawapres dan menyebutnya sebagai panggilan sejarah. Bahkan, dia sudah dihubungi oleh Sesneg Pratikno untuk bersiap dan memintanya mengirimkan CV ke Seskab Pramono Anung.

Bahkan Mahfud MD sendiri sempat datang ke dekat lokasi pengumuman di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis sore mengenakan baju putih. Setelah pertemuan empat mata dengan Jokowi pascadeklarasi, Mahfud mengungkapkan Jokowi akan sangat berisiko jika tidak membuat keputusan mengejutkan itu.