Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, Ahok Kirim Kutipan Alkitab, Ini Sikap Ahokers

Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). - Instagram @basukibtp
11 Agustus 2018 19:25 WIB Rini Y/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Joko Widodo (Jokowi) telah memilih cawapresnya dalam Pilpres 2019.  Dialah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Ma'ruf tak lain merupakan saksi ahli yang memberatkan kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

MUi pula yang mengeluarkan fatwa soal ucapan Ahok tentang Surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu pada 2016 lalu. Lalu bagaimana sikap Ahok dan sikap pendukung Ahok?

Tokopedia

Kuasa hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yaitu Fifi Lety Indra, mengirimkan petikan dari bunyi salah satu ayat dalam Alkitab saat ditanya soal tanggapan Ahok terkait dengan keputusan Jokowi memilih Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai wakilnya dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Lukas 6:27-28. Konteks: Kasihilah musuhmu. 6:27: Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu 1 , berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; b 6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu," tulis Fifi, yang juga adik Ahok, dalam pesan singkat, Jumat (10/8/2018) sebagaimana diunggah Bisnis.com dikutip dari Tempo.

Sebelumnya, Ahok memberikan dukungan kepada Jokowi untuk menjabat sebagai presiden dua periode. Ketika itu, Jokowi belum mengumumkan cawapresnya.

Dukungan tersebut ia tuliskan melalui selembar kertas yang tersebar di media sosial. Surat tersebut dilengkapi tanda tangan Ahok tertanggal 24 Juli 2018 yang ditulisnya di balik Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.  “Terus berjuang untuk pak Jokowi 2 periode, salam BTP,” tulis Ahok. Surat itu ditujukan kepada GK-JO atau Galang Kemajuan Jokowi, yang merupakan salah satu kelompok relawan Jokowi.

Sikap Pendukung

Sementara itu, pendukung Ahok atau biasa disebut Ahokers melontarkan kekecewaan mereka atas sikap Jokowi yang memilih Ma'aruf Amin sebagai cawapresnya. Dikutip Suara.com, rasa kecewa itu sudah dilontarkan oleh Ahokers—sebutan bagi pendukung Ahok—di media sosial, dengan mengatakan tidak akan berpartisipasi pada Pilpres 2019.

Dengan kata lain, mereka tidak akan memilih pasangan Jokowi – Maruf Amin maupun pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Menanggapi hal itu, pengamat politik Hanta Yudha menjelaskan, terdapat dua pilihan yang bisa dilakukan oleh Ahokers pada Pilpres 2019.

"Jadi jawaban saya ada dua kemungkinan bagi Ahokers, pertama mereka memutuskan mengikuti Pilpres 2019 tapi memilih abstain atau sama sekali tidak mengikuti," katanya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018) sebagaimana dikutip Suara.com,.

Namun, terhadap pilihan tersebut, Hanta tidak menyetujuinya. Sebab, setiap orang dianjurkan untuk ikut berpartipasi dalam pesta demokrasi. "Yang kedua, bisa jadi tetap berpartisipasi dalam Pilpres 2019, tapi tak aktif sebagai relawan salah satu pasangan,” terangnya.

Menurut Direktur Lembaga survei Poltracking tersebut, politik tidak bisa memuaskan semua orang dalam menentukan kebijakannya. "Kalau kita kecewa terhadap sebuah merek, ada tiga yang bisa dilakukan. Pertama, akan mencari produk baru sebagai alternatif. Kedua, memutuskan untuk tidak menggunakan produk itu. Ketiga, akhirnya terpaksa memilih produk lama meski kecewa, karena saya menganggap lebih baik dari alternatifnya," tandasnya.

Sumber : Suara.com