Kecanduan Game, Wajah Bocah Kejang-Kejang

John Nathan Lising, 6, menderita kejang pada wajahnya diduga karena kecanduan gim. (Youtube)
10 Agustus 2018 07:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, MANILA — Seorang bocah enam tahun di Provinsi Nueva Ecija, Filipina bernama John Nathan Lising mengalami kejang fokal pada wajahnya yang mengakibatkan bibir dan matanya bergetar terus-menerus. Hal itu diduga disebabkan kebiasaannya memainkan game atau gim dalam jangka waktu yang lama dalam sehari.

Dikutip Solopos.com dari Nextshark.com, Kamis (9/8/2018), kisah tragis John berawal kala dirinya bermain gim komputer selama sembilan jam, 23 Juli 2018 lalu. Tanpa sebab yang jelas, bibir bocah enam tahun itu terus bergetar dan matanya terus berkedip.

Ayah John, Edgar, 41, dan ibunyam Judee, 40, yang mengetahui putranya menunjukkan gejala aneh langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Dokter di College of the Immaculate Conception, Kota Cabanatuan, Nueva Ecija menjelaskan otak John dinilai sangat normal dan tak ada masalah setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan CT Scan,

Namun demikian, wajah John terus mengalami kejang. Dokter menduga gejala yang ditunjukkan John dipengaruhi kebiasannya bermain gim dalam waktu lama. Ia pun menyarankan agar John berhenti bermain komputer atau gawai lainnya untuk sementara waktu.

Meski dokter di College of the Immaculate Conception belum bisa memastikan penyebabnya secara pasti, ayah John yakin putranya yang sebelumnya sehat-sehat saja mengalami kejang pada wajah karena kecanduan gim. "Hal itu mulai pada 23 dan 24 Juli saat ia tak berhenti memainkan gim. Saya yakin bahwa penggunaan gadget yang berlebihan menjadi penyebabnya," ungkap Edgar.

Sepekan setelah diperksakan di College of the Immaculate Conception, kisah tragis John belum berakhir. Wajah bocah tersebut terus mengalami kejang setiap 20 menit atau 30 menit, bahkan setelah dia berhenti bermain video game. Orang tua John kemudian membawanya ke Pusat Medis St. Luke untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setelah dokter melakukan pemindaian elektroensefalogram (EEG), otak John masih dinyatakan normal dan tak ada gangguan. "Anak saya benar-benar menderita dan kami tidak tahu apa yang bisa kami lakukan sekarang," ungkap ibu John, Judee.

Judee menjelaskan selain kecanduan gim, putranya juga kecanduan menonton kartun di televisi dalam jangka waktu lama. "Dia biasanya menonton kartun di televisi setelah bangun tidur. Kemudian dari jam 3 sore ketika dia pulang sekolah sampai tengah malam, dia akan bermain gim di smartphone atau tabletnya. Gim-gim itu hanya permainan anak-anak, dia mungkin kecanduan," lanjut perempuan yang merupakan pemilik salon kecantikan tersebut.

Berdasarkan penjelasan Judee, para dokter mengatakan kondisi itu bisa disebabkan oleh penggunaaan gadget yang berlebihan, namun hal itu belum bisa dibuktikan karena otak John dinyatakan normal. "Sebagai seorang ibu, saya yakin ini [pemakaian gawai berlebihan] adalah penyebabnya dan kami telah memintanya berhenti menggunakan gadget," tandas ibu dari bocah yang mengalami kisah tragis itu.