Pengamat: Koalisi Jokowi Khawatir Mahfud MD Jadi Capres 2024

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D. (Antara/Yudhi Mahatma)
10 Agustus 2018 23:13 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meski Mahfud MD sudah memberikan klarifikasi secara lisan maupun tulisannya media sosial, batalnya dirinya menjadi calon wakil presiden (cawapres) masih menimbulkan pertanyaan. Tanda tanya itu adalah apa yang membuat Mahfud MD tak diterima oleh Joko Widodo atau partai koalisinya.

Sebelum Jokowi memilih Maruf Amin sebagai cawapres, Mahfud MD disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sebagai calon RI 2. Bahkan sesaat sebelum deklarasi, Mahfud sendiri sudah menyatakan dirinya yang dipilih oleh Jokowi dan menyebutnya sebagai panggilan sejarah.

Mahfud MD telah mengurus sejumlah persyaratan menjadi cawapres, termasuk pengukuran baju yang bakal menjadi seragam ketika deklarasi serta berkampanye. Pada Kamis (9/8/2018) sore, Mahfud sudah berada di Restoran Tesate, Menteng, yang jaraknya cukup dekat dengan Restoran Plataran—tempat Jokowi rapat bersama Koalisi Indonesia Kerja guna menetapkan cawapres saat itu.

Dosen Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Titin Purwaningsih mengatakan ”drama politik” itu menunjukkan upaya partai-partai koalisi untuk memperhitungkan kalkulasi politik jangka pendek maupun jangka panjang. Kalau Mahfud MD jadi cawapres, partai-partai juga mempertanyakan dampak bagi mereka.

"Kalau saya melihatnya ya, kalau dari kacamata politik, ini hal biasa. Partai politik mempunyai kalkulasi politik baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Titin kepada Suara.com, Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan, kalau Mahfud MD menjadi cawapres Jokowi, bisa jadi yang bersangkutan bakal maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Kalau hal itu terjadi, menurut Titin, maka berdampak buruk bagi partai-partai pendukung Jokowi. Sebab, partai-partai pendukung bakal menyiapkan calon pengganti Jokowi pada Pilpres 2024.

"Posisi wapres berpeluang besar berlanjut menjadi capres. Sementara partai-partai pendukung tampak punya sosok yang sejak sekarang dipersiapkan untuk menjadi capres pada Pilpres 2024,” kata Titin.

Sementara dalam kalkulasi politik jangka pendek, Mahfud MD dianggap hanya bisa mendulang suara pemilih pada Pilpres 2019.