Gempa Lombok Dipolitisasi, TGB Sebut Cacat Iman

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) membagikan buku kepada anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7 - 2018). (Antara/Ahmad Subaidi)
10 Agustus 2018 20:11 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menanggapi komentar-komentar miring pascagempa Lombok yang dikait-kaitkan dengan pilihan politiknya. TGB menyebut pihak-pihak yang melakukan politisasi terhadap bencana alam gempa bumi di Lombok sebagai pihak yang cacat iman.

"Enggak usahlah, gempa itu [isu] kemanusiaan, enggak usah dipolitisasi," kata TGB di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Tokopedia

TGB hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa Lombok. Menurut TGB, mereka yang tega mengaitkan isu gempa dengan pilihan politik TGB menunjukkan tingkat kecacatan keimanan.

"Ya Allah, enggaklah. Itu menurut saya cara pandang itu menunjukkan kecatatan dalam keimanan," katanya.

Ia menambahkan semua takdir baik ataupun buruk sudah menjadi ketetapan Allah. "Karena semua takdir baik atau buruk itu ketetapan Allah. Jadi repot juga kalau mengukur bahwa suatu musibah itu tanda Allah marah," katanya.

TGB mencontohkan saat Rasulullah SAW berdakwah, Rasulullah mendapatkan perlakuan buruk dari mulai dilempari batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh. Hal itu menjadi cermin bahwa segala sesuatu yang baik tidak selamanya mudah untuk diperjuangkan.

"Bukan berarti dakwahnya tidak baik, kan begitu. Artinya semua fenomena alam itu ada penjelasan ilmiahnya dan penjelasan keimanannya itu adalah takdir dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Ya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar, dan semakin mendekat pada Allah," katanya.

Dalam beberapa waktu terakhir sempat beredar komentar ngawur yang menyebutkan gempa Lombok terjadi sebagai semacam azab kepada masyarakat NTB karena Tuan Guru Bajang mengalihkan dukungan kepada Jokowi.

Sumber : Antara