Sindiran Ma'ruf Amin: Bilang Hargai Ulama, Tapi Hasil Ijtima Tak Didengar

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8 - 2018). (Antara/Hafidz Mubarak A)
10 Agustus 2018 19:32 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Aksi menyindir lawan mulai muncul hanya beberapa jam setelah pendaftaran pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8/2018). Cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi), KH Ma'ruf Amin, mulai menyindir pasangan lawan yang tidak mengikuti anjuran ulama.

Yang disindir Ma'ruf Amin tak lain adalah Prabowo Subianto yang tak memilih cawapres yang direkomendasikan ijtimak GNPF Ulama. Padahal, kata Ma'ruf Amin, sejak awal kubu Prabowo selalu mengaku menghargai para ulama. Namun, pada akhirnya Prabowo justru memilih bakal cawapres yang tak direkomendasikan ulama, yakni Sandiaga Uno.

Tokopedia

"Ada belah sono bilang menghargai ulama, tapi usul ijtimak ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," kata Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018), dilansir Suara.com.

Ijtima GNPF Ulama merekomendasikan dua nama, yaitu Salil Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Namun, alih-alih memilih salah satu dari keduanya, Prabowo akhirnya memilih Sandiaga Uno.

Ma'ruf Amin menjelaskan sikap yang berbeda ditunjukkan oleh Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi tak pernah banyak bicara, namun apa yang dipesankan oleh para ulama selalu dikerjakan.

Maruf menganggap, penunjukan dirinya sebagai cawapres menjadi penghargaan tertinggi pada para ulama. Hal itu menunjukkan Jokowi sosok yang benar-benar menghargai ulama.

"Penunjukkan saya ini saya anggap sebagai penghargaan pada ulama. Enggak pernah ngomong dia tapi dia kerjain, silahturahmi pada ulama," tutupnya.

Ma'ruf Amin berkunjung ke kantor DPP PPP, di Menteng, Jakarta, Jumat, seusai pendaftaran pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sebagai capres-cawapres di KPU. Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani serta sejumlah pengurus DPP PPP.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengatakan tidak memiliki cita-cita untuk menjadicalon wakil presiden karena orang tuanya mendidik Ma'ruf untuk menjadi kiai. Namun, dia mengaku didorong oleh Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

"Tapi Romy [Romahurmuziy] mendorong saya menjadi cawapres , sampai namanya masuk ke dalam bursa bakal cawapres," kata Ma'ruf Amin, dilansir Antara.