Puluhan Calon Perdes Sragen Kembali Geruduk Kampus UMS

Sejumlah calon perdes Sragen menunggu giliran masuk menemui panitia seleksi UMS di Kampus UMS Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (10/8 - 2018). (Solopos/Iskandar)
10 Agustus 2018 18:40 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Puluhan calon perangkat desa (perdes) dari sejumlah desa di Sragen mendatangi kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (10/8/2018), menyusul teman-teman mereka yang sudah mendatangi UMS sehari sebelumnya.

Kedatangan mereka diterima di Gedung Siti Walidah kompleks Kampus UMS Pabelan. Mereka meminta klafirikasi tentang nilai tes mereka.

Tokopedia

“Kedatangan kami ke sini mungkin hampir sama dengan teman-teman lainnya yang kemarin sudah ke sini [UMS]. Karena teman-teman ini intinya curiga dengan ketidakberesan penilaian,” ujar koordinator caperdes asal Karangtalun, Tanon, Sragen, Gunawan Wibisono, ketika ditemui wartawan, Jumat (10/8/2018).

Seperti diwartakan sebelumnya, puluhan peserta tes perdes beberapa desa di Sragen mendatangi panitia penyelenggara tes dari UMS di gedung Siti Walidah, kompleks Kampus UMS Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (9/8/2018) siang. Kedatangan mereka mempertanyakan sejumlah kejanggalan penilaian hasil tes seleksi perdes di kampus tersebut, Senin (6/8/2018) lalu.

Gunawan menjelaskan kejanggalan yang mereka pertanyakan di antaranya adanya peserta yang tak mengerjakan soal sampai selesai tapi nilainya bagus, adanya pembiaran peserta yang tetap mengerjakan soal kendati waktu telah habis, dan sebagainya.

Terkait itu dia mewakili calon perdes lainnya meminta digelar tes seleksi ulang. Dia juga meminta mereka yang terindikasi curang didiskualifikasi.

Di sisi lain dia heran dengan prediksi masyarakat yang tepat membidik calon yang bakal lolos seleksi. Padahal, ujar dia, prediksi itu dilontarkan jauh sebelum tes diselenggarakan.

Sementara itu salah seorang warga Mojorejo, Karangmalang, Adi Sriyono, yang ikut memperjuangkan nasib istrinya juga menuntut tes ulang. Karena dia juga mencium indikasi ketidakberesan.

Warga Mojorejo, Karangmalang, lainnya Heri Ananto menyambut baik kesanggupan UMS menggelar tes ulang. Namun UMS juga menunggu kesanggupan panitia seleksi dari desa.

“Asal panitia dari desa mengiyakan, UMS sanggup melakukan tes seleksi ulang. Tapi sampai saat ini panitia tingkat desa tidak segera memberi jawaban,” kata dia.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi dari UMS, Sudaryono, hingga berita ini diunggah belum bisa dihubungi karena masih melayani aduan dari para calon perdes yang mengantre. Pertemuan para calon perdes dilakukan per desa, tidak serentak seperti saat kedatangan calon perdes pada Kamis sehingga butuh waktu cukup lama.

Di sisi lain, Kabag Humas UMS Budi Santoso menyatakan tetap siap menggelar tes ulang dengan catatan ada permintaan dari desa. “Kalau ada permintaan dari desa saya kira tidak masalah ada tes ulang,” kata dia.