Mahfud MD: Keputusan Jokowi Tak Terhindarkan

Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Agustus 2018 18:00 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Mahfud MD membuat pernyataan tertulis melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, setelah dirinya dipastikan batal menjadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi). Dia menegaskan keputusan Jokowi memilih KH Ma'ruf Amin adalah realitas politik yang tak terhindarkan.

Sebelumnya, Mahfud sudah mengisyaratkan bahwa batalnya penunjukan dirinya sebagai cawapres Jokowi terjadi di menit-menit akhir. Kali ini, dia kembali menegaskan tidak kecewa dengan keputusan Jokowi tersebut.

Tokopedia

"Keputusan Pak Jokowi itu adalah realitas politik yang tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Saya sudah bertemu berdua dengan Pak Jokowi. Saya memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan," kata Mahfud di Twitter, Jumat (10/8/2018).

Mahfud meminta masyarakat menerima keputusan Jokowi menggandeng Ma'ruf Amin. Hal ini demi menjaga keutuhan NKRI ke depannya. "Secara agama, saya dkk sudah berusaha tapi Tuhan jua yang menentukan. Tidak ada daya atau hal yang bisa diberdayakan tanpa izin Allah," kata dia.

Berikut kicauan lengkap Mahfud MD:

Sy minta maaf dan berterimakasih kpd masyarakat yang mengirim pesan/pertanyaan dan simpati kpd sy terkait keputusan Pak Jkw memilih KH Makroef Amin sbg cawapresnya. Ada ribuan WA, SMS, Twitter, dll. Sy minta maaf krn sy hanya bs membaca tanpa bs menjawab 1 persatu

Keputusan Pak Jkw itu adl realitas politik yg tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Sy sdh bertemu berdua dgn Pak Jkw. Sy memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan. Sy bilang, Pak Jkw tak perlu metass bersalah. Itu hak beliau utk memutuskan yg terbaik.

Bagi kita yang terpenting NKRI ini terawat dgn baik. Keberlangsungan NKRI jauh lbh penting daripada sekedar nama Mahfud MD dan Makroef Amin. Scr agama, sy dkk sdh berusaha tapi Tuhan jua yg menentukan. Tidak ada daya atau hal yg bs diberdayakan tanpa izin Allah.

Yang sudah diputuskan oleh Pak Jkw sdh sesuai dgn hak dan mekanisme konstitusional. Kita hrs terima itu sbg kesadaran konstitusional kita. Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum! Itu yg hrs ditekankan utk merawat NKRI

Mari kita terus dgn rumah NKRI. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita bangsa Indonesia. Ikuti trs pros2 konstitusional yg berlaku.