SBY Tak Salat Jumat Bareng Prabowo-Sandiaga, AHY Tak Tahu di Mana

Agus Harimurti Yudhoyono - Bisnis.com/Agne Yasa
10 Agustus 2018 16:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/ Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaksanakan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa sebelum berangkat ke Gedung KPU. Namun, ada satu tokoh yang tak terlihat dalam momen tersebut, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (AHY).

Prabowo tiba di Masjid Sunda Kelapa sekitar pukul 11.27 WIB, disusul Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sekitar pukul 11.46 WIB. Tidak lama setelah Sandiaga Uno datang, sejumlah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti Presiden PKS Sohibul Imam, Hidayat Nur Wahid dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri juga datang ke Masjid Sunda Kelapa.

Tokopedia

Sempat beredar kabar bahwa SBY juga akan menunaikan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. Belakangan, SBY akhirnya batal melaksanakan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan SBY berencana salat Jumat di tempat lain, bukan di Masjid Sunda Kelapa bersama Prabowo dan Sandi. Oleh sebab itu, AHY dan sejumlah kader Partai Demokrat mewakili SBY untuk salat Jumat berjamaah di Masjid Sunda Kelapa.

"Pak SBY Jumatan di tempat lain, bukan di sini. Saya tidak tahu di mana," tuturnya, Jumat (10/8/2018).

AHY menjelaskan dirinya dan sejumlah kader Partai Demokrat bersama-sama mengawal Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendaftar ke KPU setelah salat Jumat. Seusai pendaftaran, Sandiaga Uno juga menyanjung AHY dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada putra SBY itu.

Hubungan Partai Demokrat dan koalisi pengusung Prabowo Subianto sempat memanas. Hal ini ditandai pernyataan keras Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo sebagai "jenderal kardus" dan menuding ada uang mahar dari Sandiaga Uno. Bahkan menjelang deklarasi capres-cawapres, Andi Arief sempat mengeluarkan pernyataan keras yang intinya menolak pencalonan Sandiaga Uno.