Batal Cawapres, Mahfud MD: Jokowi Berisiko Jika Pilih Saya

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D. (Antara/Yudhi Mahatma)
10 Agustus 2018 00:20 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Peristiwa di balik batalnya Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi tanda tanya. Namun, keterangan terakhir Mahfud MD menguatkan dugaan bahwa keputusan untuk tidak memilihnya sebagai cawapres diambil di menit-menit akhir.

Sebelumnya, Mahfud merupakan nama kuat yang digadang-gadang sebagai cawapres pendamping Jokowi. Mahfud MD bahkan sudah menjalani ukur baju dan akan bertemu Jokowi pada Kamis (10/8/2018) setelah magrib. Namun akhirnya mantan Ketua Mahkamah Konsitusi itu justru tidak dipilih karena Jokowi dan koalisi memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

Belakangan muncul informasi dirinya diminta Jokowi bertemu di Istana pada Kamis malam. Lalu, muncullah keterangan dari Mahfud MD yang intinya menyebutkan dirinya tidak kecewa, namun merasa kaget.

"Saya enggak kecewa, hanya kaget saja. Saya sampaikan kepada Pak Jokowi saya apa namanya, saya tidak kecewa, tidak kecewa, tapi memang kaget. Tapi sekarang kagetnya sudah tidak," ucapnya dalam video wawancara yang beredar di media sosial Twitter pada Kamis malam. Video itu diunggah oleh akun @PartaiSocmed pukul 22.46 WIB.

Satu pernyataan penting dari Mahfud MD adalah ucapannya kepada Jokowi setelah keputusan koalisi memilih KH Ma'ruf Amin. Mahfud mengaku meminta Jokowi untuk tidak merasa bersalah karena batal memilihnya sebagai cawapres. Pasalnya, kata dia, Jokowi harus membuat keputusan itu dan akan berisiko jika tidak memutuskannya.

"Saya katakan Pak Jokowi enggak usah merasa bersalah atau apa. Itu kan dia dihadapkan pada satu situasi untuk membuat keputusan, yang kalau tidak membuat keputusan akan berisiko bagi dia, karena harus ada yang ditandatangani di koalisi itu. Menurut saya ya biasa saja, ndak apa-apa," kata Mahfud.

Lalu apa risiko jika Jokowi memilih Mahfud MD? Tidak ada keterangan pasti. Setidaknya keterangan ini memperkuat sinyal bahwa hingga Kamis sore, Mahfud MD lah yang semula hendak dipilih sebagai cawapres. Kamis sore, Mahfud mengungkapkan sinyal kuat bahwa dirinya yang akhirnya dipilih Jokowi. Mahfud bahkan mengenakan kemeja putih lengan panjang, kostum yang biasa dikenakan oleh pejabat yang hendak dipilih oleh Jokowi.

"Menurut saya ini panggilan sejarah. Karena seperti Anda tahu, pergulatan politinya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini. Pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah," kata Mahfud saat keluar dari rumahnya sebelum bergegas masuk mobil menuju Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore, yang disiarkan live oleh Metro TV.

Mahfud sendiri mengakui bahwa dirinya sudah dimintai dokumen berupa curiculum vitae (CV) dirinya kepada politikus PDIP yang juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia juga sudah diminta stand by oleh Sekretaris Negara Pratikno untuk bersiap-siap.

Di Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Jokowi bertemu dengan para pimpinan parpol pendukung dan terjadi penandatanganan kesepakatan. Sementara itu, seusai mengumumkan cawapres bersama para Ketua Umum parpol pendukung di restoran Plataran, Menteng, Jokowi langsung bertolak ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Jokowi dikabarkan memanggil Mahfud MD ke Istana.

Sumber video: @partaisocmed