Demokrat Ultimatum Prabowo Jika Pilih Sandiaga Uno

Jurkam nasional Parta Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berorasi di Lapangan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (21/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Agustus 2018 23:18 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Demokrat masih kukuh menolak jika Prabowo Subianto akhirnya memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres). Hal inilah yang membuat negosiasi di kubu koalisi Prabowo menjadi alot.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, lewat akun Twitternya @AndiArief, Kamis (9/8/2018) malam. Hingga pukul 22.30 WIB, mereka masih menolak Sandiaga Uno karena tidak ada alasan untuk tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tokopedia

"Sikap Partai Demokrat sampai pk 22.30 malam ini adalah menolak pencawapresan Sandi Uno karena melanggar etik koalisi berasal dari partai gerindra sama dengan Capres Prabowo dan belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY karena PAN dan PKS menolak," kicau Andi Arief.

Andi Arief mengklaim sikap Demokrat menolak Sandiaga Uno tidak melanggar etika. "Sikap Demokrat adalah sesuai dengan azas keadilan dimana Prabowo mengentertain penolakan PAN dan PKS terhadap kader Demokrat AHY."

Partai Demokrat pun membuka dua opsi. Pertama, Demokrat kembali ke komitmen dan janji Prabowo yang meminta AHY sebagai cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survei. "Kedua,cari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan pertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi - Ma'ruf Amien."

4. Partai Demokrat besok pagi akan menyatakan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi ini karena menurut aturan tidak boleh netral. Kami berharap dalam dua atau tiga jam terakhir Prabowo dan demokrat ada kesepakatan. Jika tdk ada kesepakatan, kami akan tempuh jalan berbeda.

5. Partai Demokrat berharap ujian leadership Prabowo bisa diatasi oleh dirinya. Jika ujian ini tidak lahir keputusan terbaik akan jadi ukuran bagaimana kapasitas dan kualitas untuk memimpin jika takdir sejarah Prabowo menang capres. Persoalan bangsa akan lebih kompleks dari ini.

6. Demikian Sikap Partai Demokrat paska pertemuan Prabowo-SBY malam ini pk 21.30. Salam, andi arief wasekjen Demokrat.