Sebelum Deklarasi Cawapres, Prabowo Datangi Rumah SBY

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
09 Agustus 2018 21:45 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Hingga Kamis (9/8/2018) malam pukul 21.30 WIB, Prabowo Subianto belum juga mengumumkan nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Prabowo justru bertandang ke rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu berlangsung selama 30 menit dan hanya antara SBY dan Prabowo. Pada pukul 21.40 WIB, Prabowo yang mengenakan kemeja batik keluar dari rumah SBY dengan mobil Lexus putihnya.

Tokopedia

Pertemuan itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Sempat beredar rumor bahwa di dalam rumah SBY ada tokoh partai lain, namun dibantah oleh Hinca.

"Saya jelaskan tadi ada yang bilang di dalam ada Pak Gatot Nurmantyo, saya jawab enggak ada. Tapi benar Pak Prabowo datang, diterima Pak SBY , mereka di dalam berdua. Apapun hasilnya nanti akan kita kasih tahu," kata Hinca kepada wartawan yang disiarkan live oleh Kompas TV. "Kan namanya pertandingan sampai injury time, biar enak kan."

Sebelumnya, negosiasi cawapres Prabowo sangat alot yang ditandai oleh pernyataan mengejutkan Wasekjen Demokrat Andi Arief, Rabu (9/8/2018) malam. Cuitan Andi keluar setelah tersebar isu bahwa Partai Demokrat dan Partai Gerindra tidak mencapai titik temu soal pencapresan.

Bahkan, Andi menuding Sandiaga Uno siap mengucurkan Rp500 miliar kepada PAN dan PKS untuk menjadi cawapres Prabowo. Dia pun memberi label Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Cuitan ini dibantah Gerindra dan membuat PAN maupun PKS berang. Kedua partai itu berencana akan mempolisikan Andi Arief.

Munculnya nama Sandiaga membuat kejutan baru pada Pilpres 2019 setelah sebelumnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat disebut-sebut akan mendampingi Prabowo. Munculnya nama Sandi karena Partai Demokrat dan Gerindra tidak mencapai titik temu soal cawapres Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY ditolak oleh PAN dan PKS karena kedua parpol telah menyiapkan kadernya seperti Salim Segaf Aljufri dan Zulkifli Hasan. Sedangkan ijtima ulama GNPF merekomendasikan Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf.