Andi Arief: Pelajaran Pak Ma'ruf Amin, Cawapres Tak Perlu Gotong Kardus

Aktivis pro demokrasi yang mendaftarkan uji materi UU No.7/2017 tentang Pemilihan Umum membentangkan spanduk di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (21/6 - 2018). (Antara / Reno Esnir)
09 Agustus 2018 20:08 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Terpilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) rupanya memantik komentar dari Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Kali ini dia bukan mengkritik kubu Jokowi, melainkan kembali menyebut kata "kardus" yang sebelumnya dia sematkan untuk menyindir Prabowo Subianto.

"Pak Ma'ruf Amin sahabat karib ayah saya, berasal dari Banten sepert juga Ibu saya berasal. Orangnya Jujur dan tidak bermental KARDUS dan setia dalan persahabatan. Saya Pribadi akan mendukung, mudah2an Partai Demokrat akan memutuskan hal sama. Indonesia butuh penyejuk," kicaunya dalam akun Twitter @AndiArief, Kamis (9/8/2018) malam.

Tokopedia

Pernyataan soal harapannya bahwa Partai Demokrat akan memutuskan hal yang sama memantik spekulasi adanya wacana mengusung cawapres dari kalangan ulama. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat belum pastinya Sandiaga Uno maju sebagai cawapres, terlebih setelah geger cuitan Andi Arief yang menuding ada mahar politik.

Lagi-lagi, dalam cuitan kali ini, Andi Arief kembali menyebut kata kardus. "Pelajaran dari Pak Ma'ruf Amin bahwa untuk menjadi Cawapres tidak perlu menggotong kardus," katanya.

Sebelumnya, Rabu (9/8/2018), cuitan Andi keluar setelah tersebar isu bahwa Partai Demokrat dan Partai Gerindra tidak mencapai titik temu soal pencapresan. Bahkan, Andi menuding Sandiaga Uno siap mengucurkan Rp500 miliar kepada PAN dan PKS untuk menjadi cawapres Prabowo. Dia pun memberi label Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Cuitan ini membuat PAN dan PKS berang dan berencana akan mempolisikan Andi Arief.

Munculnya nama Sandiaga membuat kejutan baru pada Pilpres 2019 setelah sebelumnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat disebut-sebut akan mendampingi Prabowo. Munculnya nama Sandi karena Partai Demokrat dan Gerindra tidak mencapai titik temu soal cawapres Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY ditolak oleh PAN dan PKS karena kedua parpol telah menyiapkan kadernya seperti Salim Segaf Aljufri dan Zulkifli Hasan. Sedangkan ijtima ulama GNPF merekomendasikan Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf.