Profil KH Ma'ruf Amin: Ulama Fikih yang Jadi Cawapres Jokowi

Ma'ruf Amin (Youtube)
09 Agustus 2018 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Joko Widodo akhirnya mantap maju sebagai calon presiden (capres) pada 2019 mendatang. Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (9/8/2018), petang, Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) yang selama ini menjadi misteri.

Berdasarkan hasil perundingan yang dilakukan bersama tim koalisinya, Joko Widodo akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Ma'ruf Amin untuk mendampinginya di pemilihan presiden 2019 mendatang. Dia memilih Ma'ruf Amin dengan berbagai pertimbangan.

Tokopedia

"Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas mengapa KH Ma'ruf Amin yang dipilih. Prof Ma'ruf Amin yang lahir di Tangerang adalah sosok utuh tokoh agama yang bijaksana, beliau pernah jadi anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais 'Aam PBNU, dan juga Ketua MUI. Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof KH Dr Ma'ruf amin, beliau jadi Dewan Pengarah BPIP," terang Jokowi.

Ma'ruf Amin bukanlah nama baru di dunia politik Indonesia. Pria kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943 itu kini menjabat sebagai Rais 'Amm PBNU periode 2015-2020. Pada 2015 lalu, dia juga terpilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dihimpun dari berbagai sumber, Ma'ruf Amin merupakan ulama fikih yang disegani di Indonesia. Sebelum terpilih sebagai ketua umum, dia pernah menjadi ketua komisi fatwa MUI.

Pria berusia 75 tahun yang pernah belajar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu disebut sebagai cicit dari ulama besar Banten yang pernah menjadi imam Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Syaikh Muhammad Nawawi Al Jawi Al Bantani. Para ulama menyebut Syaikh Nawawi sebagai Bapak Kitab kuning Indonesia yang juga menulis ratusan buku semasa hidupnya.

Bukan cuma ulama kondang, Ma'ruf Amin juga dikenal sebagai politikus. Lulusan Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, Jawa Barat, itu pernah menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia juga pernah menjadi Ketua Dewan Syuro dari partai yang didirikan oleh mendiang Abdurrahman Wahid itu.

Ma'ruf Amin juga terkenal sebagai tokoh cendekiawan muslim Indonesia. Dia tercatat pernah menjadi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islan (STAI) Shalahuddin Al Ayyubi Jakarta. Dia pernah meluncurkan tiga buku tentang Islam berjudul Fatwa dalam Sistem Hukum Islam, Melawan Terorisme dengan Iman, dan Prospek Cerah Perbankan Islam pada 2008 silam.