Prabowo-Sandiaga Uno Deklarasi Capres-Cawapres 2019

Prabowo Subianto/Sandiaga Uno (Antara)
09 Agustus 2018 23:47 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan diri bakal maju sebagai bakal Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia untuk periode 2019-2024, Kamis (9/8/2018) pukul 11.28 WIB. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengumumkan bakal Calon Wakil Presidennya(Cawapres) yang jatuh pada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Prabowo mengawali pidato dengan mengatakan bahwa dirinya telah membangun komunikasi dengan banyak pihak. "Saya pun berunding terus dengan PAN, PKS, dan Demokrat. Memang membangun koalisi tidak mudah, karena banyak yang harus kita pertemukan," katanya sebagaimana ditayangkan di sejumlah televisi swasta nasional, Kamis.

Sejak lama, lanjut Prabowo, Gerindra telah membentuk koalisi de facto dengan PAN dan PKS. Oleh karenanya, koalisi yang dijalin disebutnya telah solid dan teruji. "Koalisi ini sudah menghadapi berbagai macam ujian. Kita telah teruji sejak lama terutama pada Pilkada Gubernur DKI tahun 2017," ungkapnya.

Prabowo juga mengaku telah berusaha membangun koalisi besar. "Saya sudah bertemu dengan banyak pihak, termasuk Mbak Puan [Maharani], pak Susilo Bambang Yudhoyono. Kita sudah berusaha komunikasi membangun koalisi yang besar untuk memberi solusi untuk kesulitan bangsa Indonesia," katanya.

Meski begitu, Prabowo tetap harus menentukan satu sosok Cawapres yang akhirnya jatuh ke Sandiaga Uno. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Sandiaga Uno masuk dalam bursa calon wakil presiden mendamping calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. (Antara/Galih Pradipta)

  •  Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/8/2018). (Antara/Galih Pradipta)

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengapresiasi sejumlah tokoh yang legawa. Prabowo menyebut nama politisi PKS, Salim Segaf, dan Ustaz Abdul Somad, yang masuk bursa Cawapres lewat rekomendasi Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) -Ulama.

Prabowo mengatakan nantinya bakal mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) selepas salat Jumat )10/8/2018). Nantinya, Prabowo bersama rekan-rekan bakal salat di Masjid Istiqlal  sebelum akhirnya menuju gedung KPU.