Kejutan Menit Terakhir, Alasan Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

Pertemuan Presiden Jokowi dan 6 ketua umum parpol yang mempunyai kursi di DPR di Istana Bogor, Senin (24/7 - 2018). (Twitter / @pramonoanung)
09 Agustus 2018 18:52 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kejutan benar-benar terjadi di kubu Joko Widodo (Jokowi). Bukan Mahfud MD -- sudah sejak awal yang diprediksi menjadi cawapres -- melainkan KH Ma'ruf Amin yang akan menjadi cawapres pendamping Jokowi.

"Setelah saya mendapatkan masukan dari ulama, ketum partai, pengurus partai, relawan di seluruh Tanah Air, dan tentunya aspirasi masyarakat luas, maka dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya memutuskan untuk kembali mencalonkan diri sebagi Presiden RI 2019-2014," kata Jokowi mengawali konferensi pers, Kamis (9/8/2018).

Jokowi juga mengungkapkan nama cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Pilihan ini, katanya, merupakan keputusan yang disetujui para elite parpol koalisi pendukung.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan keputusan sangat penting, setelah mendalam, dan mempertimbangakan masukan dan saran-saran dari berbagai elemen-elemen seperti saya sebutkan di atas, maka saya telah memutuskan dan mendapatkan persetujuan, dari Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres adalah Prof Dr KH Ma'ruf Amin.

"Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas mengapa KH Ma'ruf Amin yang dipilih, Prof Ma'ruf Amin yang lahir di Tangerang adalah sosok utuh tokoh agama yang bijaksana, beliau pernah jadi anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Am PBNU, dan juga Ketua MUI. Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof KH Dr Ma'ruf amin, beliau jadi Dewan Pengarah BPIP.

Menurut Jokowi, dirinya dan Ma'ruf Amin akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/8/2018) pagi pukul 09.00 WIB. "Besok jam 09.00 pagi kami akan mendaftar ke KPU berangkat dari Gedung Joeang 45 ke Gedung KPU beserta ketua partai dan sekjen dan relawan," tutupnya.

Hanya berselang sekitar setengah jam sebelum konferensi pers tersebut, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding lewat akun Twitternya sudah mengungkap nama Ma'ruf Amin.

"Rapat antara pak @jokowi dan ketum2 , sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr KH Ma’ruf amin sebaga calon wapres pak jokowi," kicau Karding lewat akun @Kadir_Karding, Kamis (9/8/2018) petang.

Keputusan ini mengejutkan lantaran Mahfud MD pada Kamis siang menjawab secara langsung kepastian dirinya sebagai cawapres Jokowi saat ditanya wartawan di rumahnya di Jakarta.

"Menurut saya ini panggilan sejarah. Karena seperti Anda tahu, pergulatan politinya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini. Pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah," kata Mahfud saat keluar dari rumahnya menjelang masuk mobil untuk perjalanan menuju Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018), yang disiarkan live oleh Metro TV.

Mahfud MD sendiri mengakui bahwa dirinya sudah dimintai dokumen berupa curiculum vitae (CV) dirinya kepada politikus PDIP yang juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia juga sudah diminta stand by oleh Sekretaris Negara Pratikno untuk bersiap-siap.

Belakangan, Mahfud diketahui berangkat ke kawasan Menteng, namun tidak ke tempat pertemuan Jokowi dan pimpinan parpol pengusungnya di Pelataran, Menteng. Awalnya Mahfud dijadwalkan bertemu Jokowi seusai magrib, namun ternyata dipastikan batal.