Bocoran PKB: Cawapres Jokowi Ma'ruf Amin

Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3 - 2018). (Bisnis / Nurul Hidayat)
09 Agustus 2018 18:17 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meskipun Mahfud MD disebut-sebut menjadi nama kuat yang akan dipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi), situasi akhir menjelang pengumuman ternyata berubah arah. Bukan nama Mahfud MD, melainkan KH Ma'ruf Amin yang menguat di koalisi parpol pendukung Jokowi.

Bahkan, nama Ma'ruf Amin disebut-sebut sudah disetujui oleh para ketua umum dan sekrearis jenderal parpol pengusung. Hal itu terungkap lewat bocoran informasi yang diberikan oleh Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding lewat akun Twitternya.

"Rapat antara pak @jokowi dan ketum2 , sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma’ruf amin sebaga calon wapres pak jokowi," kicau Karding lewat akun @Kadir_Karding, Kamis (9/8/2018) petang.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah menutup peluang pembentukan poros ketiga maupun berpindah ke koalisi partai-partai pendukung bakal calon presiden Prabowo Subianto. Ketika hendak memasuki ke Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore, untuk rapat bersama ketua-ketua partai Koalisi Indonesia Kerja dan Jokowi, Cak Imin menegaskan PKB tetap berada di sisi calon petahana.

“PKB tetap bergabung dalam koalisi Jokowi,” tegasnya kepada wartawan di ambang pintu masuk restoran yang dilansir Suara.com. “Kalau bahasa bisnisnya apa? Join,” tambahnya.

Keputusan ini mengejutkan lantaran Mahfud MD pada Kamis siang menjawab secara langsung kepastian dirinya sebagai cawapres Jokowi saat ditanya wartawan di rumahnya di Jakarta.

"Menurut saya ini panggilan sejarah. Karena seperti Anda tahu, pergulatan politinya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini. Pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah," kata Mahfud saat keluar dari rumahnya menjelang masuk mobil untuk perjalanan menuju Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018), yang disiarkan live oleh Metro TV.

Mahfud sendiri mengakui bahwa dirinya sudah dimintai dokumen berupa curiculum vitae (CV) dirinya kepada politikus PDIP yang juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia juga sudah diminta stand by oleh Sekretaris Negara Pratikno untuk bersiap-siap.

Belakangan, Mahfud diketahui berangkat ke kawasan Menteng, namun tidak ke tempat pertemuan Jokowi dan pimpinan parpol pengusungnya di Pelataran, Menteng. Awalnya Mahfud dijadwalkan bertemu Jokowi seusai magrib, namun ternyata dipastikan batal.

Tokopedia