Rincian Kekayaan Triliunan Rupiah Sandiaga Uno

Sandiaga Uno (Istimewa)
09 Agustus 2018 20:40 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta,  Sandiaga Uno santer disebut-sebut sebagai cawapres Prabowo Subianto. Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tiba-tiba menjadi perbincangan khalayak luas.

Hal ini terjadi setelah terdengar kabar bahwa Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut disebut-sebut bakal mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

Rencananya, Gerindra bakal mendeklarasikan Prabowo dan Sandi di Kertanegara, Kebayoran Lama, Kamis malam (9/8/2018). Jika melaju bersama di kontestasi Pilpres 2019, maka keduanya harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk biaya kampanye.

Soal keuangan, Sandiaga Uno sudah lama masuk dalam jajaran orang terkaya se-Indonesia. Berdasarkan laporan Globe Asia 2018, mantan Bos Saratoga Investama tersebut menduduki peringat 85 dengan total kekayaan sebesar US$300 juta atau setara Rp4,3 triliun.

Jumlah tersebut turun Rp2,8 triliun dibandingkan tahun 2017 yakni US$ 500 juta atau Rp7,2 triliun.

Jika mengacu pada Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Pemerintah (LHKPN), Sandi terakhir melaporkan daftar harta kekayaan sesaat sebelum bertarung dalam kontestasi Pilkada DKI yakni pada 29 September 2016.

Dalam dokumen yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui laman acch.kpk.go.id, total kekayaan yang dilaporkan Sandiaga Uno mencapai Rp3,8 triliun dan US$10.347.

Harta tersebut terdiri dari harta tak bergerak  berupa tanah dan bangunan senilai Rp113 miliar, alat transportasi Rp375 juta, surat berharga Rp3,7 triliun, giro dan setara kas Rp12,8 miliar dan US$30.247, serta piutang Rp12,8 miliar dan US$2.465.

Sandiaga mendirikan Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan ekuitas swasta, bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Investama Sedaya memfokuskan investasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sandi juga mendirikan sebuah perusahaan investasi, PT Recapital Advisors pada tahun 1997 bersama Rosan Roeslani yang saat ini menjabat Ketua Kadin Indonesia.