Mahfud MD Cawapres Jokowi: Ini Panggilan Sejarah!

Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
09 Agustus 2018 16:21 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Teka-teki Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) terjawab sudah. Mahfud MD akhirnya menjawab secara langsung kepastian dirinya sebagai cawapres Jokowi saat ditanya wartawan di rumahnya di Jakarta.

"Menurut saya ini panggilan sejarah. Karena seperti Anda tahu, pergulatan politinya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini. Pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah," kata Mahfud saat keluar dari rumahnya menjelang masuk mobil untuk perjalanan menuju Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018), yang disiarkan live oleh Metro TV.

Mahfud sendiri mengakui bahwa dirinya sudah dimintai dokumen berupa curiculum vitae (CV) dirinya kepada politikus PDIP yang juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia juga sudah diminta stand by oleh Sekretaris Negara Pratikno untuk bersiap-siap.

"Tadi malam [Sesneg Pratikno) memberitahu saya agar standby, tadi dipanggil untuk menyerahkan CV ke Pak Pramono Anung," sambungnya. Meski demikian, belum jelas apakah Mahfud hendak menuju ke Tugu Proklamasi yang menjadi tempat pertemuan parpol koalisi pendukung Jokowi sekaligus deklarasi capres-cawapres.

Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bahkan telah mengurus surat di Pengadilan Negeri (PN) Sleman untuk syarat mendaftar sebagai pejabat negara. Humas PN Sleman, Ali Sobirin, mengatakan surat permohonan surat keterangan tidak pernah sebagai pidana itu diajukan oleh Mahfud MD pada pada Rabu (8/8/2018). Dan pada hari itu juga surat telah ditandatangani oleh Ketua PN Sleman Erma Suharti dan diberikan oleh pemohon.

Dalam surat yang memiliki nomor registrasi 1030/SK/HK/08/2018/PNSmn itu menerangkan bahwa Prof Mahfud MD tidak pernah terlibat pidana. "Berdasarkan register pengadilan hingga saat dikeluarkan surat keterangan ini bahwa yang bersangkutan tidak sedang menjalani hukuman pindana penjara dan tidak pernah dijatuhi hukuman pidana berdasarkan putusan pengadilan," kata Ali, Kamis (9/8/2018).