Sandiaga Uno Menjawab Kabar Jadi Cawapres Prabowo

Sandiaga Uno (Instagram sandiuno)
09 Agustus 2018 13:35 WIB Rohmah Ermawati Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan hingga Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 12.53 WIB dirinya masih menjalankan tugas sebagai Wagub DKI mendampingi Gubernur Anies Baswedan.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Uno menjawab pertanyaan wartawan soal kabar dirinya turut dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (pilpres) 2019.

"Bahwa betul saya tadi dipanggil Bapak Gubernur mendiskusikan beberapa hal yang menjadi tugas saya. Setelah itu ada pembicaraan terkait kabar yang ada di luar [soal cawapres Prabowo]," beber Sandiaga Uno seperti disiarkan live KompasTV, Kamis siang.

Sandiaga Uno menyatakan hingga Kamis siang dirinya masih bertugas sebagai Wagub DKI. Dia meminta masyarakat tak berspekulasi menyikapi kabar yang beredar seputra Pilpres 2018.

"Tentu seandanya ada update dan perkembangan saya sampaikan ke teman-teman," ungkap Sandiaga Uno yang tak menerima sesi tanya jawab.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebut Sandiaga Uno membayar mahar kepada PAN dan PKS untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Bahkan gara-gara hal itu, Andi Arief sampai menyebut Prabowo jenderal kardus.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," kicau Andi Arief melalui akun Twitter, @AndiArief, Rabu (8/8/2018) malam.

Andi Arief menuding Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan. Dia menyebut Sandiaga Uno baru saja menyetor uang kepada PAN dan PKS.

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno [Sandiaga Uno] untuk mengentertain PAN dan PKS," kicaunya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah apabila ada mahar senilai Rp500 Miliar yang ditawarkan Sandiaga agar dapat menjadi cawapres Prabowo. Akan tetapi, Muzani mengakui Sandiaga masuk ke dalam kantong cawapres Prabowo. 

"Sampai dengan tadi, ada dua nama, Pak AHY [Agus Harimurti Yudhoyono] dan Pak Sandi. Kemudian nama itu dikonsultasikan kepada partai-partai koalisi," ujarnya di rumah Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Sumber : newswire