Tanggapi Kicauan Andi Arief, Ketum PAN: Sampah!

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di rumah SBY, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7 - 2018). (Antara / Aprillio Akbar)
09 Agustus 2018 11:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menanggapi kicauan kontroversial Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut ada pemberian mahar Rp500 miliar kepada PAN dan PKS. Mahar itu disebutkan ditawarkan Sandiaga Uno guna dapat menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Zulkifli menyebut ucapan Andi hanya sebatas berita palsu dan hanya senilai sampah. "Itu apa perlu dibahas sesuatu yang enggak ada. Ya tak usah dibahas lah. Itu bisa dikatakan apa tuh sampah kan. Hoaks. Mendingan obrolkan capres saja," kata Zulkifli di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Tokopedia

Zulkifli enggan membahas terkait nama Sandiaga Uno yang tiba-tiba mencuat menjadi kandidat cawapres terkuat untuk Prabowo di Pemilihan Presiden 2019 nanti.

"Kita ikuti saja perkembangan. Hari-hari ini kelihatannya akan panjang ya. Tidak 24 jam, mungkin 48 jam nih," ujarnya, seperti diberitakan Suara.com.

Zulkifli mengakui adanya faktor penghambat yang menyebabkan partai koalisi pendukung Prabowo belum juga resmi terbentuk. "Ada dinamika perkembangan baru," pungkas Zulkifli Hasan singkat.

Dikutip Solopos.com sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan kata-kata melalui akun Twitternya setelah -katanya- Sandiaga Uno menyetorkan uang kepada dua partai pendukung Prabowo, PAN dan PKS. Kedua partai ini sebelumnya berpeluang keluar dari koalisi Prabowo jika tidak sepakat soal cawapres.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," kicau Andi Arief melalui akun Twitter, @AndiArief, Rabu (8/8/2018) malam.