Nenek 96 Tahun Jadi Vokalis Grup Band Metal

Inge Gingsberg bersama personel grup musik The Tritone Kings (Oddity Central)
08 Agustus 2018 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Usia senja bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Buktinya, ada seorang wanita berusia 96 tahun yang masih enerjik dan aktif menjadi vokalis grup musik metal. Nenek tua yang sangat menginspirasi itu bernama Inge Gingsberg.

Lahir di Austria, Inge Gingsberg pindah ke Swiss saat Perang Dunia II berkecamuk. Dia menghabiskan hidupnya selama bertahun-tahun di pengungsian demi menyelamatkan diri dari penganiayaan. Dia dan suaminya, Otto Kollman, kemudian pindah ke Hollywood, Amerika Serikat, untuk memulai kehidupan baru.

Tokopedia

Hidup yang penuh kesulitan tidak membuat Inge Gingsberg putus asa. Dia memulai kehidupan baru dengan menjajal peruntungan di dunia musik. Dia pernah menuliskan lagu bagi beberapa penyanyi papan atas era 1950-an, seperti Nat King Cole dan Dean Martin.

Tapi, kehidupan di Hollywood tidak membuat Inge Gingsberg bahagia. Dia kemudian berhenti menjadi penulis lagu dan mencari aktivitas lain yang membuatnya bahagia. Dia menemukan kebahagiaan itu dengan bernyanyi.

"Kehidupan yang aku jalani penuh dengan kepalsuan. Tidak ada orang yang benar-benar peduli kepadaku," kata Inge Gingsberg seperti dikutip dari Oddity Central, Selasa (7/8/2018).

Berawal dari kebosanan itu, Inge Gingsberg akhirnya bertemu dengan seorang musikus bernama Pedro De Siva yang sering membaca karyanya. Singkat cerita, Pedro De Siva mengajaknya bergabung dalam grup musik metal bentukannya. Dia diminta menjadi penulis lagu grup musik death metal The Tritone Kings.

Pada perjalanannya, Inge Gingsberg justru didaulat menjadi vokalis grup The Tritone Kings yang dikenal dengan julukan Death Metal Grandma. Grup musik ini menjadi sumber kebahagiaan bagi Inge Gingsberg. Grup musik tersebut memiliki banyak penggemar. Bahkan, grup band itu telah mengikuti berbagai ajang menyanyi bergengsi.

"Saya bisa menulis lagu sepanjang hidup. Saya khawatir jika tidak ada yang mendengarkannya. Namun, kini kekhawatiran itu telah sirna," kata Inge Gingsberg.

Semua lagu karya Inge Gingsberg mengandung pesan yang bermakna mendalam. Dia ingin menjadikan lagu tersebut sebagai sumber inspirasi bagi orang lain. "Jangan pernah menghancurkan apa yang tidak bisa kau gantikan. Ingat, Anda tidak bisa menghindari kematian. Jadi, tertawalah selagi masih diberi kesempatan," terangnya.