Demokrat: Prabowo Jenderal Kardus, Sandiaga Uno Bayar PAN-PKS Rp500 M

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
08 Agustus 2018 22:48 WIB Adib Muttaqin Asfar/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Masa depan hubungan Partai Demokrat dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto kini menjadi pertanyaan. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan kekesalannya dan menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.

Andi Arief mengungkapkan kata-kata itu melalui akun Twitternya setelah -- katanya -- Sandiaga Uno menyetorkan uang kepada dua partai pendukung Prabowo, PAN dan PKS. Kedua partai ini sebelumnya berpeluang keluar dari koalisi Prabowo jika tidak sepakat soal cawapres.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," kicau Andi Arief melalui akun Twitter, @AndiArief, Rabu (8/8/2018) malam.

Andi Arief menuding Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan. Dia menyebut Sandiaga Uno baru saja menyetor uang kepada PAN dan PKS. "Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno [Sandiaga Uno] untuk mengentertain PAN dan PKS," kicaunya.

Dia menegaskan Partai Demokrat tidak mengalami kecocokan dengan Prabowo Subianto. Pasalnya, kata Andi, dalam menentukan cawapresnya, Prabowo menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. "Ini bukan DNA kami."

Dilansir Detik.com, Andi menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyetor uang Rp500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," ujar Andi kepada wartawan, Rabu (8/8/2018) yang dilansir Detik.com.