Maruarar Sirait Ungkap Ciri Cawapres Jokowi, Mahfud MD?

Mahfud MD berceramah dalam Seminar Nasional Perspektif Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan terhadap Politisasi Agama di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks UMS, Pabelan, Sukoharjo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
08 Agustus 2018 17:20 WIB Adib Muttaqin Asfar/ Antara Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Politikus PDIP Maruarar Sirait mengungkapkan sejumlah ciri atau kriteria sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Ciri yang disebutkan oleh Maruarar mengarah pada satu sosok yang selama ini kerap disebut-sebut sebagai pendamping Jokowi.

"Pak Jokowi jelas dari awal orangnya harus bersih, track record jelas, berani menegakkan Pancasila. Ya begitu lah," kata Maruarar seusai menjadi pembicara dalam Laporan Tahunan Kemerdekaan Beragama Berkeyakinan (KBB) dan Politisasi Agama 2017 yang diselenggarakan Wahid Foundation, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan, dari awal sudah jelas tidak ada sosok bakal cawapres yang secara kuantitatif bisa menambah suara Jokowi sebagai petahana. Meski demikian, secara kualitas, sosok itu harus bisa memberikan nilai tambah.

Menurut Ara, Presiden Jokowi adalah figur yang meyakini sebuah proses. Jokowi memulai kesuksesan karier pemerintahan dari Wali Kota, Gubernur, hingga Presiden. Proses itu, menurut Ara, mencerminkan sosok cawapres yang akan dipilih Jokowi nantinya.

"Jadi, dia pasti pilih wakil yang punya pengalaman dan track record jelas. Kalau kita peka, sebetulnya mudah ditebaklah," ujar Ara lagi.

Ketika ditanya apakah cawapres pilihan Jokowi berinisial M, layaknya diungkapkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy beberapa saat lalu, Ara hanya tersenyum.

Ara juga bersikap serupa ketika ditanya apakah sosok cawapres Jokowi adalah orang yang sudah pernah duduk di tiga level kekuasaan pemerintahan yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif. "Yang jelas dia sportif, berani menegakkan Pancasila dan dekat dengan wartawan," ujar Ara pula.

Dia pun mengatakan bahwa figur pilihan Jokowi adalah orang yang lebih banyak diam. "Kalau makin genit, peluang dipilih makin kecil," seloroh Ara.

Dari sekian banyak nama tokoh yang diproyeksikan menjadi cawapres pendamping Jokowi, Mahfud MD adalah nama yang memenuhi kriteria tersebut. Sosok tersebut memiliki pengalaman di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Mahfud MD pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman pada 2000-2001 atau era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada periode 2004-2008, Mahfud masuk lembaga legislatif sebagai anggota Komisi III DPR dan Wakil Ketua Badan Legislatif. Berikutnya, Mahfud berkarier di lembaga negara yang memiliki kekuasaan kehakiman, yaitu sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2008-2013.