Jika Nego Cawapres Prabowo Buntu, PKS Ancam Bentuk Poros Ketiga

Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (30/7 - 2018). (Antara / Rivan Awal Lingga)
08 Agustus 2018 16:35 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Koalisi pengusung Prabowo Subianto berpeluang terbelah. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan tidak tertutup kemungkinan terbentuknya poros ketiga antara PKS, PAN, dan PKB untuk Pilpres 2019 kalau tidak dicapai titik temu partai pendukung para capres.

Menurut Sohibul, poros ketiga sangat memungkinkan terjadi jika Presiden Joko Widodo membuat keputusan cawapres dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, muncul isu jika PKB berpeluang berbelok dari koalisi jika Muhaimin Iskandar atau Cak Imin gagal jadi cawapres Joko Widodo (Jokowi).

"Mungkin ada yang kecewa, itu bisa saja kan. Tapi hitungan hari ini, yang mungkin bentuk poros ketiga hingga saat ini yaitu PKS, PAN, dan PKB," kata Sohibul, Rabu (8/8/2018).

Namun, Sohibul tidak menjawab saat disinggung apakah wacana poros ketiga ini bagian dari skema PKS bila kadernya tidak dipilih Prabowo menjadi cawapres. Sohibul mengakui PKB masih di posisi pemerintahan. Namun, dalam politik semuanya bisa terjadi, ujarnya.

Sebelumnya, PAN menolak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Salim Segaf Aljufri dan mengusulkan cawapres dari luar parpol termasuk Ustaz Abdul Somad. Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan sampai saat ini Ustaz Abdul Somad (UAS) tetap memilih menjadi pendakwah ketimbang cawapres.

"Ini barusan kami mendapatkan informasi dari Tanjung Pinang, beliau (Ustaz Abdul Somad) memilih jalur dakwah dan pendidikan karena jalur inilah yang dianggap sama penting dengan jalur politik," kata Muzani.

Oleh karenanya pihaknya menghormati sikap keputusan UAS yang memilih jalur sebagai pendakwah. Nama Abdul Somad diusulkan untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang berdasarkan kesepakatan ulama.