Mantan PM Najib akan Didakwa Kasus Pencucian Uang

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak saat menghadiri sidang pengadilan perdana untuk kasus yang menjeratnya terkait penyelewengan dana perusahaan investasi pemerintah, 1MDB, di Kuala Lumpur, 4 Juli 2018 silam. - Reuters
07 Agustus 2018 20:30 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan dikenai dakwaan terkait undang-undang pencucian uang pada Rabu (8/8). Hal ini diungkapkan Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), setelah Razak dipanggil ke kantor komisi itu, Selasa (7/8/2018).

Dakwaan pencucian uang itu terkait dengan skandal penyelewengan uang bernilai triliunan rupiah di perusahaan investasi milik negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib, 65, dan keluarganya menjadi pusat penyelidikan sejak Mei lalu. Kekalahan koalisi pemerintahnya yang mengejutkan membuat dirinya disidik atas dakwaan korupsi atas perintah perdana menteri baru Mahathir Mohamad, 93, bekas mentor yang berubah jadi rival politiknya.

Segera setelah menjabat, Mahathir memerintahkan pembukaan kembali penyidikan atas kasus 1MDB dan melarang Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, pergi keluar negeri.

Bulan lalu Najib ditangkap dan dikenai dakwaan penyelewengan kekuasaan dan penyalahgunaan kepercayaan yang bersifat kriminal terkait adanya transfer dana sebesar 42 juta ringgit atau lebih kurang senilai Rp148,8 miliar ke rekening pribadinya. Transfer itu disebut berasal dari SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB. Najib menyatakan tak bersalah atas semua dakwaan dan dibebaskan dari penahanan setelah membayar uang jaminan.

Saat dipanggil ke MACC kemarin, Najib ditanyai selama 45 menit sebelum kemudian diizinkan pulang. Segera kemudian MACC menyatakan Najib akan dikenai dakwaan pencucian uang dalam sidang pemeriksaan awal pada Rabu ini. “Dakwaan ini terkait dengan kasus SRC International case," sebut MACC dalam pernyataan pers.

1MDB diselidiki oleh setidaknya enam negara di antaranya Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura terkait dugaan suap dan pencucian uang. Departemen Kehakiman AS menyebut dana yang diselewengkan dari 1MDB oleh sejumlah pejabat senior perusahaan itu dan mitra mereka mencapai US$4,5 miliar atau lebih kurang Rp64,9 triliun. 

 

 

Sumber : Reuters