Terlalu Ikut Campur, Dubes Kanada Diusir dari Arab Saudi

Dennis Horak, Dubes Kanada di Arab Saudi (Gulftimes.com)
07 Agustus 2018 15:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RIYADH Pemerintah Arab Saudi mengusir Duta Besar Kanada, Dennis Horak, dari negaranya. Tindakan tegas itu dilakukan karena Kanada mengkritik Arab Saudi sebagai negara yang sering melanggar hak asasi manusia. Pemerintah Arab Saudi juga membekukan semua kerja sama, termasuk perdagangan dan investasi.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi memberi waktu kepada Dennis Horak untuk keluar dari negaranya dalam waktu 24 jam. Tak ketinggalan, pemerintah Arab Saudi juga menarik utusannya yang berada di Kanada.

"Arab Saudi memutuskan segala bentuk kerja sama dengan Kanada atas penghinaan yang dilakukan. Mereka tidak sepantasnya mencampuri urusan dalam negeri yang menyangkut kedaulatan Arab Saudi," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/8/2018).

Keputusan Arab Saudi mengakhiri kerja sama dengan Kanada dilakukan sebagai respons cuitan Kementerian Luar Negeri Kanada pekan lalu. Mereka mendesak Arab Saudi segera membebaskan aktivis pembela hak asasi manusia yang ditahan, termasuk Samar Badawi [pegiat HAM Arab Saudi yang berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat].

"Kanada sangat prihatin dengan penahanan warga sipil dan aktivis hak wanita di Arab Saudi, termasuk Samar Badawi. Kami mendesak otoritas Arab Saudi segera membebaskan mereka semua," tulis pejabat Kementerian Luar Negeri Kanada.

Menanggapi pengusiran Dennis Horak, Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengaku sangat prihatin. Dia menegaskan Kanada selalu membela perlindungan hak asasi manusia di mana pun. "Kami tidak akan pernah ragu menyuarakan nilai-nilai keadilan. Kami percaya dialog sangat penting untuk diplomasi internasional," tegasnya seperti dilansir BBC.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pemerintah Arab Saudi melakukan penangkapan terhadap sejumlah aktivis, termasuk Samar Badawi. Aktivis yang memperjuangkan hak wanita itu ditangkap pada Rabu (1/8/2018) sebagai respons pemerintah terhadap gerakan wanita pada 15 Mei 2018 lalu. Dia merupakan aktivis yang paling vokal menyuarakan hak wanita di Arab Saudi. Menurutnya, Arab Saudi merupakan negara yang membatasi peran wanita di ruang publik.