Nawacita Jilid II dari PP Muhammadiyah, Poin 6 Jadi Perhatian

Sembilan Sekretaris Jenderal partai pengusung Joko Widodo di Pilpres 2019sebagai calon presiden berfoto bareng setelah melakukan konsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (7/8/2018). - Bisnis/Jeffry Prabu Prakoso
07 Agustus 2018 21:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Relawan pendukung Jokowi Balad JKW mendukung penuh enam poin Nawacita Jilid II yang digagas oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah karena sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.

Koordinator Balad JKW, M. Muchlas Rowie, menilai kehidupan berbangsa dan bernegara harus bersandar pada nilai-nilai keagamaan dalam bidang apapun di Tanah Air. Dia juga menggarisbawahi poin kedaulatan bangsa dan restrukturisasi pendidikan yang digagas PP Muhammadiyah karena sejalan dengan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia.

"Seperti seringkali disampaikan Pak Jokowi bahwa, yang paling diuntungkan sekaligus ditantang kesiapannya ketika Revolusi Industri 4.0 betul-betul datang adalah kalangan muda. Untuk menyiapkan hal itu, maka restrukturisasi pendidikan menjadi kunci utamanya," tuturnya, Selasa (7/8/2018).

Muchlas menambahkan Balad JKW juga tengah menyoroti poin keenam dari Nawacita Jilid II yang diusulkan PP Muhammadiyah, yaitu peran proaktif pemerintah untuk dunia Islam. Pasalnya dia menilai Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga peran ulama diyakini bisa menjadi pilar yang mampu menjaga perdamaian dan nilai-nilai kebangsaan kita sebagai Indonesia.

“Karena itu, langkah Presiden Jokowi ke depan mesti merangkul segenap ulama Nusantara bahkan dunia, menjadi penting,” katanya.

Berikut ini enam poin Nawacita Jilid II yang telah digagas PP Muhammadiyah:
- Pertama menjadikan agama yang hidup di bangsa ini sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara, sebagai wujud sila Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kedua menjadikan Pancasila sebagai landasan filosofi, alam pikir seluruh bangsa dan negara, sehingga Pancasila betul-betul terwujud.
- Ketiga menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial untuk mengatasi kesenjangan sosial
- Keempat mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara
- Kelima, restrukturisasi pendidikan nasional
- Keenam, peran proaktif untuk dunia Islam dan menjadi kekuatan Indonesia di depan politik bebas aktif, tapi juga melahirkan kekuatan baru sebagai bangsa muslim terbesar di dunia.

Tokopedia