Polisi Identifikasi 2 Pelempar Bom Molotov di Rumah Kapitra Ampera

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
07 Agustus 2018 19:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Anggota Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Tebet berupaya mengidentifikasi pelaku pelemparan bom molotov di rumah mantan pengacara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera. Dua orang yang diduga pelaku kini sedang diselidiki oleh polisi.

"Berdasarkan rekaman CCTV diduga pelaku dua orang," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan di Jakarta, Selasa (7/8/2018), dilansir Antara.

AKBP Stefanus mengaku telah menyita dan melihat rekaman kamera pemantau yang menunjukkan pelaku diduga berjumlah dua orang. Sebelumnya, orang tidak dikenal melemparkan dua botol molotov ke garasi rumah Kapitra -- yang saat ini menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PDIP -- di Jl. Tebet Dalam Timur VIII Jakarta Selatan, pada Senin (6/8/2018) malam.

Kapitra mengungkapkan salah satu botol sempat meledak dan pecah, namun api berhasil dipadamkan sehingga tidak membakar bangunan rumah. Kapitra Ampera menduga pelemparan molotov itu terkait pencalonannya sebagai caleg PDIP lantaran beberapa hari terakhir ini kerap menerima ancaman teror.

Namun Kapitra mengaku tidak takut dengan serangan aksi teror yang diterimanya. Sementara itu, Yanti, 38, yang merupakan asisten rumah tangga di kediaman Kapitra mengaku mendengar ledakan yang kencang. Yanti mengatakan ledakan itu terjadi sampai dua kali.

"Saya dengar ledakannya sampai dua kali. Ledakannya kencang," kata Yanti di Kediaman Kapitra di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, RT 2, RW 9, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa.

Yanti yang saat itu berada di rumah bersama istri Kapitra Ampera, Yosandra langsung menuju garasi mobil. Tak ayal, dirinya mendapati dua botol minuman suplemen bersumbu dan berisi bensin. "Di garasi ada dua botol kratingdeng. Saya langsung bilang ke ibu. Setelah itu ibu telpon bapak yang sedang salat di masjid," jelasnya.

Yanti menyebut pecahan botol dan bensin berserakan di sekitar garasi rumah kapitra. Dirinya mengatakan puing-puing itu berasal dari botol yang meledak. "Puing-puing pecahan botol dan bensin berserakan di tempat pelemparan," jelasnya.

Ditempat terpisah, Kapitra mengatakan CCTV di rumahnya sempat merekam 4 pelaku yang melempar molotov kerumahnya. "Di CCTV, nampak ada 4 orang. 1 penyisir, 1 pemotor, 1 motor lagi eksekutor," kata Kapitra kepada Suara.com, Selasa.

Tokopedia

Sumber : Antara, Suara.com