AHY Menguat, GNPF Rayu Prabowo Pilih Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad. (Youtube.com)
07 Agustus 2018 15:03 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Meski sudah menolak, Ustaz Abdul Somad masih terus diminta agar mau menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Padahal, ada nama lain yang punya potensi besar menjadi cawapres di luar rekomendasi GNPF, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dewan Pembina Tim Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman menyebut para tokoh Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa (GNPF) menginginkan Abdul Somad menjadi cawapres untuk mendampingi Prabowo. Keinginan itu disampaikan saat menggelar rapat politik di rumah Prabowo di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan.

Menurut Habiburokhman, rapat politik yang digelar pada Senin (6/8/2018) malam itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shobri Lubis. Menurutnya, GNPF sepakat mendorong Ustaz Somad menjadi cawapres Prabowo.

"Ya, informasi yang diterima kurang lebih sama, merekomendasikan Ustaz Somad [jadi cawapres]," kata Habiburokhman saat ditemui di Kantor Sekretariat ACTA, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

Shobri menjelaskan dengan kuatnya dukungan dari para ulama yang mendorong Ustaz Somad menjadi pendamping Prabowo, dia meyakini pasangan Prabowo - Abdul Somad bakal mendulang kemenangan.

Habiburokhman mengklaim masyarakat yang ditemuinya di berbagai daerah pun menginginkan Ustaz Abdul Somad menjadi pemimpin negara. Kekuatan arus bawah ini lah yang diyakininya sebagai modal meraih kemenangan.

"Saya sangat yakin jika pasangan Prabowo dan Ustaz Somad akan menang. Aspirasi yang saya serap memang yang diinginkan itu Prabowo berpasangan dengan Ustaz Somad," imbuh Habiburokhman.

Acara pertemuan antara Prabowo dan para ulama GNPF digelar pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Tampak hadir Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Tinggal 2 Nama

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa nama kandidat cawapres Prabowo Subianto kini tinggal dua nama untuk disepakati koalisi parpol pendukung. “Cawapres Prabowo sampai Minggu kemarin sudah mengerucut pada dua nama,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senin.

Namun, dia enggan menyebutkan dua nama tersebut. Kedua nama itu, ujarnya, masih terus dimatangkan di antara Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat. Menurut Wakil Ketua MPR itu, kedua nama tersebut terus ditimbang efek ke depannya jika salah satu dari kedua nama tersebut harus dipilih menjadi cawapres Prabowo.

Beberapa hal yang dipertimbangkan parpol koalisi antara lain elektabilitas dan kemampuan sosok itu untuk menyolidkan koalisi itu sendiri. "Pada prinsipnya dua nama ini sedang diseriusi dan dihitung secara matang, karena kami ingin soliditas Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat terjaga,” ujarnya.

Karena itu dia mengakui jika kesabaran untuk mendengar menjadi bagian dari seni tersendiri dalam diplomasi cawapres tersebut. “Kami terus membicarakan dengan pihak terkait yang bisa memberikan support, dan keputusan akan diambil menjelang akhir pendaftaran ke KPU,” ujar Muzani.

Beberapa nama selama ini yang santer disebut-sebut akan mendampingi Prabowo adalah Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Sumber : Suara.com, Bisnis/JIBI