BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok Bertambah Jadi 105 Orang

Wisatawan asing menyeret koper pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8 - 2018). (Antara/Ahmad Subaidi)
07 Agustus 2018 14:20 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, LOMBOK – Jumlah korban akibat gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 105 orang meninggal dunia.

“105 orang meninggal. Diperkirakan jumlah ini masih terus bertambah karena tim SAR gabungan masih dalam tahap evakuasi. Masih ada beberapa korban masih yang tertimpa bangunan roboh baik itu masjid, puskesmas, kantor pemerintahan terutama di Lombok Utara dan Lombok Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang disiarkan langsung di Facebook resmi BNPB, Selasa (7/8/2018) siang.

Tokopedia

Sutopo menginformasikan kabar yang menyebutkan ada tujuh orang meninggal dunia di Gili Trawangan. Faktanya, setelah melakukan pengecekan, jumlah korban meninggal akibat gempa di Gili Trawangan berjumlah dua orang.

“Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan proses evakuasi di tiga pulau [Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air] karena banyak resort mengalami roboh,” katanya.

Dilanjutkan olehnya,  Tim SAR gabungan hingga kini berhasil mengevakuasi 4.636 orang yang terdiri dari wisatawan asing, wisatawan domestik, dan beberapa karyawan hotel dan resort di Lombok.

“Saat ini masih dalam proses evakulasi, tetapi jumlahnya tidak sebanyak kemarin. Jumlah selengkapnya akan kami informasikan nanti,” katanya.