Pemerintah Percepat Penanganan Dampak Gempa Lombok

Salah satu masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, ambruk akibat gempa bumi, Minggu (6/8 - 2018) malam. (Twitter/@Sutopo_PN)
07 Agustus 2018 10:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah mempercepat penanganan terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan mengerahkan seluruh kementerian-lembaga terkait.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam siaran pers menyebutkan telah mengkoordinasikan percepatan penanganan dampak bencana yang saat ini telah menerjunkan tim gabungan pusat dan daerah terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Selain upaya pencarian korban, evakuasi, dan penyelamatan korban, pemerintah juga membuka Rumah Sakit Lapangan yang memberikan layanan 24 jam di beberapa kota seperti Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara dan Lombok Tengah, pembangunan tenda pengungsian, dan penyaluran logistik.

Pemerintah juga menyediakan pusat pemulihan trauma kepada para korban selamat di pengungsian. “Saya sudah minta agar Kemensos menyediakan trauma healing dan tadi malam, telah diberangkatkan Tim Layanan Dasar Psikososial dari Kemensos yang bergabung dengan Tim Psikososial Mabes TNI yang sudah tiba sebelumnya," kata Puan dalam keterangan pers sebagaimana dilansir Antara, Selasa (7/8/2018).

Menko Puan menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar memberikan pelayanam dan penanganan bagi para korban dengan cepat sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

"Saya terus koordinasikan penanganan korban bencana gempa bumi yang terjadi di NTB dan telah memerintahkan lembaga terkait baik di pusat maupun di daerah untuk memberikan bantuan yang cepat bagi para korban," tambah Menko Puan.

Pemerintah juga akan segera mengerahkan mobil unit tangki air bersih dan pemasangan tandon air di pusat pengungsian dan rumah sakit lapangan. Selain itu, dalam beberapa hari ke depan akan ditambah tenda pengungsi, selimut, tambahan dapur umum, dan genset untuk penerangan.

Sumber : Antara