Gempa, UNS Solo Tarik 60 Mahasiswa KKN Di NTB

Wisatawan asing menyeret koper pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8 - 2018). (Antara/Ahmad Subaidi)
06 Agustus 2018 19:35 WIB Insetyonoto Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menarik pulang 60 mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penarikan mahasiswa KKN ini menyusul terjadinya gempa 7 skala Richter (SR) yang melanda di sejumlah daerah di NTB pada Minggu (5/8/2018). “Sebanyak 60 mahasiswa KKN UNS di NTB mulai hari ini,” kata Kepala Unit Pelaksana KKN UNS, Dr.Sc.Agr. Rahayu, kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Posisi para mahasiswa itu saat ini sedang dalam perjalanan dari lokasi KKN di Sembalun, Melaka, dan Gumantar menuju ke Lapangan Udara (Lanud) Rembiga di Lombok.

Dari Lanud Rembiga telah disiapkan pesawat terbang Hercules milik TNI yang akan membawa para mahasiswa KKN itu ke Solo atau Jogja. “Dijadwalkan Senin malam sebanyak 41 mahasiswa sudah bisa diterbangkan ke Solo melalui Malang sedangkan sisanya diterbangkan Selasa [7/8/2018] pagi,” ungkapnya.

Rahayu menambahkan posisi mahasiwa KKN UNS di NTB akan digantikan tim SAR UNS/Bakorlak emergency UNS sebanyak sembilan orang. Tim SAR UNS akan berangkat ke NTB melalui Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 17.40 WIB.


“Tim SAR UNS ditempatkan di tiga lokasi yakni Sembalun, Melaka, dan Gumantar sekaligus menggantikan posisi mahasiswa KKN UNS di lokasi tersebut,” jelas Rahayu.

Dia menambahkan pengiriman tim SAR UNS didukung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS pusat. “Tim SAR UNS mendapatkan bantuan untuk tempat transit, akomodasi, dan lainnya dari IKA UNS pusat,” ujarnya.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNS Solo, Tundjung W. Sutirto, mengatakan penarikan mahasiswa KKN ini berdasarkan kebijakan dari Rektor UNS Ravik Karsidi.

“Lokasi KKN Mahasiswa UNS di Sembalun, Malaka, dan Gumantar berada di Lombak Barat dan Lombok Timur merupakan di titik gempa,” ujar dia.

Tokopedia