Video Korban Gempa Lombok Tertimpa Masjid Saat Salat Isya

Salah satu masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, ambruk akibat gempa bumi, Minggu (6/8 - 2018) malam. (Twitter/@Sutopo_PN)
06 Agustus 2018 17:40 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, LOMBOK UTARA — Kisah tragis dialami jemaah salat isya di salah satu masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara (NTB), Minggu (6/8/2018) malam. Beberapa orang itu menjadi korban gempa bumi dengan tertimpa lantai masjid salat menjalankan ibadah salat isya, Minggu (6/8/2018) malam waktu setempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Senin (6/8/2018) siang WIB, mengungkapkan ada korban yang tertimpa lantai masjid saat gempa bumi mengguncang wilayah NTB dan sekitarnya.

Tokopedia

"Masih terdapat korban yang tertimpa lantai masjid roboh belum dievakuasi di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara," ungkap Sutopo.

Sutopo memastikan korban gempa bumi itu merupakan jemaah salat isya di masjid tersebut. "Korban dari jamaah yang sedang sholat Isya tertimbun longsor saat gempa 7 SR belum dapat dievakuasi," jelasnya.

Ia juga mengunggah video yang menunjukkan kondisi masjid ambruk akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Lombok, Minggu malam. Berdasrkan video yang diunggah, atap dan lantai atas masjid tersebut memang benar-benar ambruk hampir rata dengan tanah.

Sutopo mengungkapkan korban gempa bumo Lombok di masjid tersebut belum bisa dievakuasi karena belum adanya alat yang mampu menyingkirkan reruntuhan masjid. "Tidak ada alat berat menyebabkan evakuasi terkendala. Evakuasi dilakukan manual," beber Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB tersebut.

Sutopo tak menjelaskan ada berapa orang yang menjadi korban gempa bumi di salah satu masjid di Lombok Utara tersebut. Ia hanya menegaskan evakuasi korban sebenarnya harus menggunakan alat berat, namun terpaksa dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini