Gempa Lombok: 1 Keluarga Terdiri 5 Orang Tewas Berpelukan

Anggota TNI mengangkat jenazah korban gempa bumi menuju mobil ambulans di RSUD Lombok Utara, NTB, Senin (6/8 - 2018). (Antara/Ahmad Subaidi)
06 Agustus 2018 14:45 WIB Rini Yustiningsih Nasional Share :

Solopos.com, MATARAM -- Korban tewas gempa Lombok hingga Senin (6/8/2018) pukul 14.00 WIB tercatat 91 orang. Satu keluarga yang terdiri atas lima orang di Tembobor, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan sekeluarga yang tewas tertimbun rumahnya saat gempa Lombok itu. Mereka terdiri atas Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan.

Mereka ditemukan tewas dalam kondisi berdekatan dan di antaranya berpelukan. Dilaporkan kantor berita Antara, tim SAR gabungan melakukan upaya evakuasi berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, dan Tim Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa.

Upaya evakuasi korban gempa Lombok kelima korban dilakukan dengan cara pengeboran dan membelah bangunan beton menggunakan martil.

Saat berhasil membongkar bangunan beton, tampak jenazah Alimun sedang memeluk erat seorang anak perempuannya yang juga sudah tidak bernyawa.

"Semua korban sudah berhasil dievakuasi. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Utara," kata anggota Tim SAR melalui pesan singkat telepon selular.

Tertimbun
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan korban meninggal dunia di Lombok pada umumnya diakibatkan karena tertimpa reruntuhan bangunan.

"Sebagian besar (korban) meninggal karena tertimpa bangunan yang roboh," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin sebagaimana dikutip Okezone.

Ditambahkan Sutopo, sejauh ini tercatat 91 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7 SR di Lombok. Keseluruhannya adalah warga negara Indonesi (WNI) dan hingga saat ini, lanjut Sutopo, belum mendapatkan laporan adanya korban jiwa yang merupakan wisatawan asing.

"Dari 91 orang yang meninggal semua WNI, sampai saat ini kami belum mendapatkan adanya korban wisatawan asing yang ada di NTB atau Nali. Pendataan terus dilakukan," ucapnya.

Berdasarkan data sementara yang dikantongi BNPB, selain 91 orang yang diketahui meninggal dunia, dikabarkan 209 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

"Total (sementara) ada 91 orang meninggal dunia dan 209 orang luka-luka, dan ini terus akan bertambah," ucapnya.

Selain itu, BNPB juga mendapat laporan bahwa ada ribuan rumah hancur dan ribuan warga terpaksa harus mengungsi, lantara rumah warga hancur akibat bencana alam tersebut.