Update BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok 91 Orang, Semua WNI

Reruntuhan bangunan akibat gempa Lombok di pusat perbelanjaan Denpasar, Bali, Minggu (5/8 - 2018). (Antara/Nyoman Budhiana)
06 Agustus 2018 10:45 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, LOMBOK – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan kondisi terbaru pascagempa berkekuatan 7 SR di Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018). Sutopo menyebut 91 orang meninggal dunia dan 209 orang mengalami luka.

“91 orang meninggal dunia, 209 mengalami luka-luka, dan ribuan warga mengungsi,” demikian keterangan Sutopo dalam pernyataan resmi seperti dipantau Solopos.com dari TV One, Senin.

Tokopedia

Sutopo menjelaskan kemungkinan besar jumlah korban meninggal akan terus bertambah mengingat beberapa daerah masih belum dijangkau oleh tim SAR. Sejauh ini, BNPB menyebutkan seluruh korban meninggal adalah warga negara Indonesia.

“Seluruh korban adalah warga negara Indonesia. Korban meninggal sebagian besar disebabkan karena tertimpa bangunan. Karena panik, warga berhamburan keluar bangunan, jatuh, dan mengalami stroke,” lanjut Sutopo.

BNPB menyebut beberapa kendala yang dihadapi dalam proses evakuasi korban di antaranya jalan yang mengalami kerusakan, lokasi yang sulit dijangkau, keterbatasan alat berat dan kurangnya personel.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan tanggap darurat bencana hingga 11 Agustus 2018. BNPB menyebut tidak menutup kemungkinan status tanggap darurat akan diperpanjang.

“Listrik masih padam dan sekolah diliburkan karena dikhawatirkan bangunan roboh akan menimbulkan korban,” katanya.