Korban Meninggal Gempa Lombok 37 Orang, Mayoritas dari Lombok Utara

Warga panik ketika terjadi gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) di Kecamatan Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (5/8 - 2018). (Antara / Ahmad Subaidi)
06 Agustus 2018 00:28 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, MATARAM -- Jumlah korban jiwa yang tercatat hingga Senin (6/8/2018) dinihari pukul 00.15 WIB akibat gempa berkekuatan 7 pada skala Richter (SR) di Lombok, Minggu (5/8/2018) malam, mencapai 37 orang. Mayoritas korban jiwa berasal dari Lombok Utara yang merupakan daerah paling parah terdampak gempa besar ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perincian 37 orang tersebut adalah 28 orang dari Lombok Utara, 3 orang dari Lombok Barat, 1 orang dari Lombok Tengah, 4 dari Kota Mataram, dan 1 lainnya dari Lombok Timur. Angka tersebut masih mungkin berubah mengingat BPBD masih menyisir rumah sakit-rumah sakit di Mataram.

"Korban meninggal 37 orang. Korban luka cukup banyak, tapi belum bisa bicara angka, tim kami sedang mengecek beberapa RS di Mataram," kata Kepala BPBD NTB, Mohammad Rum, Senin dinihari.

Belum ada laporan medis resmi tentang penyebab meninggalnya puluhan korban tersebut. Namun, Rum menduga mayoritas korban meninggal tersebut tertimpa puing-puing reruntuhan rumah mereka saat gempa. "Kami masih mengumpulkan data korban meninggal. Ini suasana juga, Kota Mataram ini gelap gulita, tidak ada lampu," kata Rum dalam wawancara via telepon yang disiarkan live di Metro TV.

Menurut Rum, kerusakan paling parah terjadi di dua kecamatan, yaitu Gangga dan Kayangan. Di Gangga, dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak 9 orang dan banyak rumah roboh di sana. Kedua kecamatan itu berada di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Sementara, para pengungsi masih belum bisa dipetakan mengingat terbatasnya akses. Paling banyak pengungsi berkumpul di depan rumah sakit karena para pasien tidak berani tidur di dalam RS.

Paling parah adalah di kec gangga, Kayangan, paling banyak korban 9 orang. banyak rumah yang roboh, semuanya di Lombok utara. Pengungsian belum bisa dipetakan. Sementara mengungsi mandiri, paling banyak di depan rumah sakit, karena tak berani di dalam RS.

Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 19 orang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara malam ini. Hal itu diungkapkan oleh Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang Wesnanandar, dalam wawancara via telepon yang ditayangkan secara live oleh Metro TV, Minggu malam.

"Sebanayk 19 orang meninggal di RS Tanjung [RSUD] Lombok Utara, kami belum mengetahui dari mana asalnya. Sementara kami menerima laporan pengungsi di daerah Lombok Utara dan Barat. Kami dapat laporan tim di RSUD Provinsi, warga ditangani di halaman RS," kata dia.

Menurut Lanang, tim SAR masih berupaya menembus Lombok Utara yang aksesnya terhalang pohon tumbang dan tanah longsor. "Tapi sekarang tim sudah bisa melewati jalan tersebut. Kita sementara ini kekurangan personil dan alat," kata dia.