Pesawat Kuno Wisata Jatuh, 20 Tewas

Helikopter dan petugas pertolongan terlihat di lokasi jatuhnya pesawat kuno Junkers Ju-52 di kawasan pegunungan berketinggian 2.450 meter di atas permukaan laut, di dekat daerah wisata Flims, Swiss, Minggu (5/8/2018). - Reuters
05 Agustus 2018 21:37 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, FLIMS – Sebanyak 20 orang yang menaiki sebuah pesawat kuno yang digunakan untuk penerbangan wisata tewas setelah pesawat terbang era Perang Dunia II Junkers Ju-52 itu jatuh di pegunungan Alpen Swiss.

Polisi pada Minggu (5/8) menyebut pesawat itu membawa tiga warga Austria dan 17 warga Swiss. Pesawat bermesin tiga buatan akhir 1930-an sebagai pesawat angkut militer Jerman itu jatuh sebelum pukul 17.00 waktu setempat pada Sabtu (4/8/2018). Pesawat jatuh di lereng barat pegunungan Piz Segnas. Pesawat itu sedang terbang dari Locarno, dekat perbatasan selatan Swiss dengan Italia.

‘Kemarin [Sabtu] adalah hari terburuk selama 36 tahun usia JU-Air,” kata pemimpin eksekutif maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat itu, Kurt Waldmeier, dalam jumpa pers di Flims, yang berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat.

Polisi menyebut tidak ada panggilan darurat yang masuk sebelum pesawat jatuh, Mereka juga belum bisa memperkirakan penyebab jatuhnya pesawat. Secara kebetulan hanya terpaut beberapa jam sebelumnya sebuah pesawat kecil yang membawa sebuah keluarga yang terdiri atas empat orang juga jatuh di wilayah berbeda namun masih di kawasan pegunungan Alpen Swiss.

Penyelidikan jatuhnya pesawat kemungkinan bakal lebih sulit karena pesawat tua itu tak dilengkapi peranti perekam data penerbangan dan komunikasi yang biasa disebut “kotak hitam.”

"Satu hal yang bisa dipastikan sejauh ini adalah pesawat ini jatuh secara hampir vertikal dengan kecepatan tinggi,” kata Daniel Knecht, pemimpin divisi penerbangan pada Badan Penyelidikan Keselamatan Transportasi Swiss.

JU-Air berdiri pada 1982 dengan spesialisasi penerbangan wisata menggunakan tiga pesawat kuno Ju-52 bekas milik Angkatan Udara Swiss. Di Jerman pesawat ini punya julukan “Bibi Ju.”

Waldmeier menyebut baru kali pertama ini pihaknya mengalami kecelakaan fatal yang menewaskan atau melukai penumpang atau awaknya. Semua penerbangan pesawat yang masih ada dihentikan hingga ada keputusan selanjutnya. Waldmeier menyebut pesawat nahas itu kali terakhir menjalani pemeriksaan dan perawatan teknis rutin pada akhir Juli lalu dan saat itu tak ada laporan ketidakwajaran atau kerusakan. 

Sumber : Reuters