Gempa Lombok, Foto-Foto Mal di Bali Rusak

Sepeda motor yang diparkir di area mal di Denpasar Bali ikut rusak akibat Gempa Lombok. (Facebook)
05 Agustus 2018 22:03 WIB Rini Y/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR -- Sejumlah pusat belanja atau mal-mal di Bali mengalami kerusakan akibat gempa Lombok, 7 SR, Minggu (5/8/2018) malam.

Di kawasan Nusa Dua Bali, warga yang tengah menghabiskan malam di pusat-pusat keramaian Nusa Dua berhamburan berlarian ke luar. Liputan6.com melaporkan di beberapa lokasi, sejumlah bangunan rusak. Salah satunya pusat perbelanjaan di Kawasan Sudirman, Matahari Mall.

Genting mal yang cukup tinggi itu berjatuhan menimpa sejumlah kendaraan seperti mobil dan motor yang terparkir di bawahnya. Otomatis, kendaraan tersebut mengalami kerusakan.

Di Mall Bali Galeria hal serupa terjadi. Akibatnya sejumlah kendaraan nampak rusak. Pejabat Humas Kantor SAR Denpasar, Ayu membenarkan kerusakan di sejumlah lokasi akibat gempa di Lombok.

Kondisi salah mal di Denpasar Bali (Istimewa)

"Iya benar terjadi kerusakan di beberapa lokasi, salah satunya di Mall Bali Galeria. Kami masih pendataan," kata Ayu di Denpasar, Minggu (5/8/2018).

Tak hanya di beberapa pusat perbelanjaan, dari foto yang beredar di media sosial sejumlah atap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami kerusakan.

Namun, belum ada konfirmasi dari pihak Communication and Legal Section Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa akibat gempaini.

Goyangan Kuat

Plafon Bandara Ngurai Rai (facebook)

Sejumlah warga di Bali melaporkan saat gempa Lombok terjadi, goyangannya sangat kuat. Lampion yang bergantungan bergoyang. Bahkan mobilnya sampai goyang.

"Gempanya besar! Nggak pernah merakan gempa sebesar ini. Lampion-lampion gantung goyang ke sana ke mari. Tadi lagi ganti popok Sekala di bagasi belakang. Mobil-mobil di parkiran goyang. Mau berdiri seimbang agak susah yang berujung pusing. Nggak terbayang di pusat gempa," kata @ayudiac, Minggu (5/8/2018).

Kondisi mal di BaliBali terdampak gempa Lombok

Warga Denpasar, Bali juga berhamburan keluar rumah saat gempa. "Ya gempa-gempa," teriak I Ketut Sumatri yang disusul oleh istrinya Sriharmiti. Warga Denpasar itu pun langsung teriak Hidup-Hidup sebagaimana dilaporkan Okezone.com.

Semua penghuni kos di Gang Beo itu keluar kamar ada yang tidak memakai sandal, tidak memakai baju. "Ini gempanya keras sekali kayak diaduk-aduk. Gempanya lebih kerasa dibandingkan dengan sebelumnya," kata Rahman.

Setelah gempa mereka tidak langsung masuk kamar, tapi menunggu bahwa tidak ada gempa susulan lagi.