Gempa 7 SR Malam Ini Puncak Rangkaian Gempa Lombok Pekan Lalu

Warga panik ketika terjadi gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) di Kecamatan Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (5/8 - 2018). (Antara / Ahmad Subaidi)
05 Agustus 2018 21:45 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam, adalah gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya, gempa 6,4 SR pekan lalu merupakan awal dari rangkaian gempa yang puncaknya terjadi malam ini.

Dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan pusat gempa 7 SR malam ini berada di darat, yaitu lereng utara Gunung Rinjani. "Jadi gempa 7 SR ini adalah mainshock, dari rangkaian gempa sebelumnya. Yang sebelumnya adalah awalan," kata Dwikorita.

Tokopedia

Sebelumnya, pusat gempa diduga berada di laut karena BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun menurut Dwikorita, episentrum gempa yang berada di darat ini tetap memicu tsunami karena lokasinya bukan berupa titik, melainkan bidang patahan. Zona yang patah ini mengalami robekan yang memanjang dan masuk hingga di bawah dasar laut.

"Sehingga kami tetap perlu memberikan peringatan dini tsunami tersebut dengan level terendah, yaitu waspada," kata Dwikorita. "Kemudian dengan memperhatikan catatan tinggi muka air laut terjauh dan tercatat pola aktivitas gempa bumi susulan, ada 4 daerah yang tsunaminya makin rendah, maka dengan ini pukul 20.25 WIB, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami."

Hingga pukul 20.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 27 gempa susulan pasca gempa 7 SR. "Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tak jelas. Perkiraan cuaca di Lombok dan Bali, cuaca malam ini hingga besok pagi cerah berawan, tidak ada hujan."