Peringatan Tsunami di Lombok Berakhir

Evakuasi barang-barang berharga milik warga terdampak gempa bumi di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Rabu (1/8 - 2018). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
05 Agustus 2018 20:45 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa 7 Skala Richter (SR), Minggu (5/8/2018) malam. Gejala-gejala tsunami kecil yang terjadi di tiga titik tidak lebih dari 14 cm dan terus melemah sehingga potensi tsunami dinyatakan berakhir.

"#Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.0, tanggal: 05-Aug-18 18:46:35 WIB, dinyatakan telah berakhir#BMKG," tulis akun Twitter resmi BMKG, Minggu pukul 20.25 WIB.

Sebelumnya, BMKG merilis data yang terjadinya tsunami kecil di beberapa titik pantai di Lombok. Titik-titik tersebut di antaranya Desa Carik (pukul 18.48 WIB setinggi 0.135 m/ 13,5 cm), Badas (pukul 18.54 WIB setinggi 0.100 m/ 10 cm), Lembar (pukul 19.27 WIB setinggi 0.090 m atau 9 cm), Beno (pukul 19.58 WIB setinggi 0.020 m atau 2 cm).

"Ketinggiannya antara 0-50 cm, dan itu tercatat hanya 9 cm, dan kami pantau di beberapa daerah yang terdampak kondisi gejala tsunami semakin melemah. Artinya beberapa titik tercatat rendah sekali dan tidak mengkhawatirkan. Gempa susulan memang 23 lebih, tapi kekuatannya makin melemah," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui sambungan telepon live yang ditayangkan Metro TV, Minggu malam.

Karena itu, BMKG melihat potensi tsunami itu makin menurun dan akan menggelar konferensi pers untuk menenangkan masyarakat. Dwikorita meminta masyarakat tidak panik dengan peringatan tsunami karena dari awal dia menekankan ketinggian maksimum tsunami hanya 0,5 meter.