Cahaya Hijau Sebelum Gempa Lombok 7,0 SR, Jalanan Macet Total

Masjid yang rusak parah akibat gempa di Desa Trengilut, Senaru, Lombok Utara, NTB, Rabu (1/8 - 2018). (Antara/Akbar N Gumay)
05 Agustus 2018 20:37 WIB Rini Y/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MATARAM -- Lombok diguncang gempa bumi hebat berkekuatan 7,0 SR. Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Bahkan dua desa di Lombok Utara sudah dilanda tsunami.

Siaran langsung Metro TV, Minggu (5/8/2018), pukul 20.29 WIB melaporkan jalanan di wilayah Lombok Utara macet total. Ribuan warga berbondong-bondong mencari tempat yang lebih aman.

Bahkan petugas rumah sakit-rumah sakit mengevakuasi pasien ke luar rumah sakit.  Warga Praya Lombok Tengah NTB memilih bertahan di luar rumah pascagempa Lombok.

"Warga masih banyak yang memilih di luar rumah karena khkawatir akan terjadi gempa susulan," ujar Wawan, warga Desa Penghadang, Praya Lombok Tengah kepada Kantor Berita Antara.

Saat terjadi gempa bumi berkekuatan 7,0 SR pada pukul 19.46 Wita di Lombok Utara, warga melihat kilauan cahaya berwarna hijau dari langit arah utara Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya lihat langit di arah utara keluar cahaya hijau, seperti petir menyambar," kata Mallias, warga Perumnas Mataram yang ketika gempa bumi terjadi berada di Perumahan Lingkar Asri Kota Mataram, Minggu (5/8/2018) malam.

Begitu juga disampaikan Slamet Prabowo, bapak satu anak yang berhasil menyelamatkan anaknya yang sedang tidur lelap di kamar lantai dua rumahnya itu, melihat kilauan hijau dari langit arah utara.

"Apa mungkin itu, hijau terang bercahaya dari arah utara, Wallahu a'lam," kata Slamet.

Mallias dan Slamet bersama warga lainnya di Perumahan Lingkar Asri Kota Mataram berhamburan keluar rumah ketika terjadi guncangan hebat tersebut. Bahkan, pascagempa terjadi, listrik dengan seketika padam.

Wartawan Antara yang baru tiba melakukan peliputan di lokasi gempa bumi sebelumnya, yakni di Kabupaten Lombok Timur, keluar mengamati kondisi Kota Mataram.

Terlihat hiruk pikuk masyarakat Kota Mataram yang berhamburan keluar rumah yang ditambah dengan padamnya listrik sebagian besar di wilayah Kota Mataram.

Hingga berita ini dibuat, terlihat masyarakat berkumpul di lapangan terbuka maupun pinggiran jalan raya. Mungkin, karena takut untuk kembali ke rumahnya, mereka bertahan di luar rumah.

Untuk wilayah Kecamatan Ampenan, seluruh masyarakat mulai berbondong-bondong ke arah timur Kota Mataram, bergegas meninggalkan rumahnya untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Kepanikan masyarakat terlihat akibat muncul informasi dari laman web BMKG yang menyatakan bahwa gempa bumi berkekuatan 7 SR tersebut berpotenai tsunami dengan posisi 8,37 LS-116,48 BT yang berlokasi 18 km arah barat laut Kabupaten Lombok Timur.

Namun, dari informasi yang tersiar dari patroli lapangan kepolisian, tidak ada tanda-tanda yang mengarah munculnya tsunami.