Pascagempa 7,0 SR, 2 Desa Lombok Utara Dilanda Tsunami

Gempa Lombok (Antara)
05 Agustus 2018 20:07 WIB Rini Yustiningsih Nasional Share :

Solopos.com, LOMBOK -- Dua desa di Lombok Utara mengalami tsunami. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam siaran langsung di Metro TV, Minggu (5/8/2018) pukul 19.35 WIB menginformasikan tsunami mulai terjadi di dua desa di Lombok Utara.

Tsunami akibat gempa telah terdeteksi di Carik (18:48 WIB) 0,135 m, Badas (18:54 WIB) 0,100 m. Dwi Korina menjelaskan air laut di dua desa itu telah naik ke daratan. Dwi Korita menyebutkan hingga pukul 19.30 WIB sudah terjadi 12 kali gempa susulan. 

Tokopedia

"Kami sudah mencatat gempa susulan yang terus menerus terjadi, dengan kekuatan yang lebih lemah. Tsunami juga sudah terdeteksi di dua desa. Kami mengimbau untuk warga di wilayah-wilayah lain agar segera berlindung ke tempat lebih tinggi," ujarnya.

Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok Utara dan Barat, Minggu (5/8/2018) malam pukul 18.46 WIB, diiringi potensi tsunami. Hal ini karena magnitude gempa yang sangat besar dan pusat gempa yang berada di laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pusat gempa berada tak jauh dari pantai. Karena itu, risiko terjadinya tsunami tidak sebesar jika pusat gempa lebih jauh dari garis pantai.

"Maaf, ini gempa berpotensi tsunami, karena itu mohon kami sedang memantau tsunami. Diperkirakan tinggi muka laut maksimum dapat mencapai setengah meter, semoga tidak meningkat. Kami masih terus memantau lokasinya di sebelah utara Lombok dan Bali. Kami harus memantau," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui sambungan telepon saat dihubungi Metro TV, Minggu malam.

"Untuk pantai, air menggenang itu dapat mencapai 0,5 meter, jadi itu rendaman air [ketinggian maksimum]. Tapi amannya menjauh dari pantai dan muara sungai. Gempanya dekat dengan pantai, jadi lebih baik."

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini