Gempa Lombok 7 SR, BMKG: Ketinggian Maksimum Tsunami 0,5 Meter

Ilustrasi gempa (Reuters)
05 Agustus 2018 19:26 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok Utara dan Barat, Minggu (5/8/2018) malam pukul 18.46 WIB, diiringi potensi tsunami. Hal ini karena magnitude gempa yang sangat besar dan pusat gempa yang berada di laut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pusat gempa berada tak jauh dari pantai. Karena itu, risiko terjadinya tsunami tidak sebesar jika pusat gempa lebih jauh dari garis pantai.

Tokopedia

"Maaf, ini gempa berpotensi tsunami, karena itu mohon kami sedang memantau tsunami. Diperkirakan tinggi muka laut maksimum dapat mencapai setengah meter, semoga tidak meningkat. Kami masih terus memantau lokasinya di sebelah utara Lombok dan Bali. Kami harus memantau," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui sambungan telepon saat dihubungi Metro TV, Minggu malam.

Dwikorita menyatakan ketinggian maksimum genangan air yang muncul di pantai akibat tsunami ini memang hanya 0,5 meter. Meski demikian, dia meminta masyarakat setempat menjauh dari pantai. "Kami mohon masyarakat menjauh dari pantai, terutama Lombok Utara meskipun tsunami diperkirakan hanya 0,5 meter. Tapi ini masih pemantauan," kata Dwikorita.

"Untuk pantai, air menggenang itu dapat mencapai 0,5 meter, jadi itu rendaman air [ketinggian maksimum]. Tapi amannya menjauh dari pantai dan muara sungai. Gempanya dekat dengan pantai, jadi lebih baik."

Menurutnya, waktu yang dibutuhkan gelombang untuk mencapai garis pantai berbeda-beda. Biasanya, gelombang pertama lebih besar daripada gelombang berikutnya.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini