Kirab Obor Asian Games 2018, Petugas Pengamanan Pukul Ulu Hati Jurnalis Kompas TV

Ilustrasi: Jurnalis meletakan kartu persnya ketika ikut berunjuk rasa kasus penganiayaan terhadap wartawan, di Medan, Sumatra Utara, Rabu (29/3). - Antara/Irsan Mulyadi
05 Agustus 2018 06:00 WIB Ropesta Sitorus Nasional Share :

Solopos.com, MEDAN -- Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi mengecam tindakan oknum pasukan pengamanan api obor Asian Games terhadap Suci Annisa, jurnalis Kompas TV Jambi. Pada Jumat (3/8/2018) siang, Suci Annisa (28) mendapat kekerasan saat meliput arak-arakan api obor Asian Games 2018.

Kekerasan terhadap perempuan jurnalis itu terjadi kawasan lampu merah Simpang Empat Museum Siginjai, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Suci Annisa yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik, dipukul di bagian ulu hati secara tiba-tiba hingga dia mengerang kesakitan.

Tokopedia

"AJI Kota Jambi mengecam keras tindakan kekerasan dan premanisme yang dilakukan oknum pasukan pengamanan api obor Asian Games terhadap Suci Annisa," kata Ketua AJI Kota Jambi, M Ramond EPU, seperti disampaikan lewat keterangan tertulis, Sabtu (4/8/2018).

AJI menilai tindakan yang dilakukan oknum pasukan pengamanan api obor Asian Games 2018 itu telah mencederai Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers. Pada Pasal 4 UU 40/1999 disebutkan bahwa negara menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional mempunyai hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dia menyebut tindakan petugas tersebut sudah masuk kategori pidana, karena dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat kebebasan pers.

Sesuai dengan UU Pers, ucapnya, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kegiatan jurnalistik dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

AJI mendesak kepolisian juga pemimpin pasukan pengamanan api obor Asian Games melakukan pengusutan atas kekerasan terhadap jurnalis ini. "Asian Games akan diliput jurnalis dari puluhan negara. Jangan sampai kasus serupa terjadi, sehingga perlu kepada semua petugas di Asian Games mengerti tentang kebebasan pers," ujarnya.

Pemukulan terhadap Suci Annisa yang merupakan ibu dari tiga anak itu terjadi saat dia sedang mengambil gambar tepat dibelakang orang yang memukulnya itu. Saat petugas itu mendekatinya, pelaku langsung mendaratkan pukulan keras tepat di perutnya.

Informasi yang dihimpun AJI Kota Jambi, Suci Annisa bingung mengapa dia dipukul. Padahal dia meliput kegiatan ini dari pagi sampai harus berlari-lari dari satu titik ke titik lainnya.

Dia sudah meminta kepada petugas agar jangan main kasar, dan telah menyampaikan kepada petugas itu bahwa dia seorang jurnalis. Tapi petugas itu menyebut tidak peduli dengan status Suci Annisa.

Penuturan Suci Annisa, hanya satu orang dari pasukan pengamanan api obor Asian Games 2018 yang berlaku kasar kepadanya. Setelah kejadian itu, petugas yang memukulnya langsung ditarik oleh rekan-rekannya sesama petugas pengamanan.

Tak hanya pemukulan, ada juga petugas pengamanan yang melakukan dorongan ke fotografer Tribun Jambi, Aldino, yang membuatnya hampir terjatuh beserta kamera yang dipegangnya. "Kami mengecam semua tindakan kekerasan terhadap jurnalis ini. Harus diusut. Kasus ini jangan dibiarkan menguap," ungkap Ramond.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini