Digeledah, Perilaku Keluarga Terduga Teroris di Sleman Ini Bikin Tetangga Sebel

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
04 Agustus 2018 21:45 WIB Salsabila Annisa Azmi Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Sebuah rumah yang dihuni seorang terduga teroris di Dusun Sribut Lor RT 06 RW 13 Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman, digeledah polisi, Sabtu (4/8/2018).

Ketua RT 06, Wadiyana, mengatakan sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah polisi yang mengaku dari Mabes Polri ke rumah seorang warga bernama Arif. Para polisi menutupi seluruh wajah mereka.

Tokopedia

"Saya enggak tahu nama panjangnya, sudah sejak bulan puasa tahun ini saya minta identitasnya, mereka tidak mau kasih. Mereka pindah dari suatu kota ke sini ya tahun ini," kata Wadiyana, Sabtu (4/8/2018).

Wadiyana mengatakan setelah penggeledahan rumah terduga teroris itu, para polisi menyita buku nikah dan beberapa lembar dokumen yang belum diketahui jenisnya. Dokumen tersebut kemudian dibungkus dengan kantong plastik berwarna hitam. Wadiyana mengatakan penghuni rumah itu adalah pasangan suami istri yang jarang bergaul dengan warga sekitar.

"Jarang bergaul dengan kami mereka. Istrinya diajak PKK enggak berangkat. Kalau jemurannya jatuh diambilin warga, terus dicuci lagi. Itu sempat bikin ribut warga sini karena cara jawanya ya bikin tersinggung," kata Wadiyana.

Wadiyana mengatakan pasangan suami istri tersebut menikah sekitar awal tahun. Arif merupakan mahasiswa UAD yang saat tinggal di rumah tersebut pada sekitar 1990 dan istrinya berasal dari Gresik. Wadiyana mengatakan saat ini istri Arif masih ada di dalam rumah tersebut. Namun menurut kabar warga, Arif tidak berada di rumah.

Sementara saat awak media mendatangi rumah Arif, istri Arif tidak mau membuka pintu rumah. "Mau apa ya? Mau konfirmasi dari mana? Maaf tidak menerima media, jangan ganggu," kata dia.