Kontras! Gili Lawa Sebelum & Setelah Hangus Terbakar

Gili Lawa, NTT (Instagram/mizanulhaqojan)
03 Agustus 2018 21:20 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Kebakaran yang menghanguskan sabana di Pulau Gili Lawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/8/2018), menjadi bahan gunjingan di media sosial. Kobaran api itu diduga berasal dari aktivitas delapan wisatawan yang terakhir keluar dari wilayah tersebut.

Dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Jumat (3/8/2018), Gili Lawa merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Gili Lawa terbari dalam dua bagian, yakni Gili Lawa Laut dan darat. Gili Lawa Darat merupakan salah satu spot foto instagramable yang sering diburu pelancong.

Gilil Lawa Darat memiliki pemandangan sabana yang mengagumkan. Saat musim hujan tiba, sabana itu berwarna hijau. Sedangkan saat musim kemarau, warna rumput di sabana berubah menjadi kuning kecokelatan. Pelancong disuguhkan pemandangan yang sangat indah dari puncak Gili Lawa. Hamparan perbukitan, sabana, dan laut berwarna biru bakal membius setiap mata yang memandang.

Kini, keindahan Gili Lawa kini hanya tinggal kenangan. Kebakaran hebat yang terjadi Rabu malam itu menghanguskan keindahan pemandangan di Gili Lawa. Kepala Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan, menjelaskan, butuh waktu berbulan-bulan untuk memulihkan kondisi sabana yang hangus dilahap si jago merah. Menurutnya, pemulihan paling cepat dilakukan akhir tahun 2018 dengan catatan musim hujan datang lebih cepat.

Kini, pengelola Taman Nasional Komodo memutuskan menutup sementara Pulau Gili lawa setelah kejaidan nahas tersebut. Sampai saat ini, mereka masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan sabana seluas 10 hektare di Gili Lawa.

Gili Lawa Sebelum Kebakaran

Gili Lawa Sesudah Terbakar