Kebakaran Savana Pulau Gili Lawa, Pemulihan Butuh Waktu Berbulan-Bulan

Kebakaran Taman Nasional Komodo, Rabu (1/8/2018). (Liputan6.com - Ola Keda)
03 Agustus 2018 18:36 WIB Feri Kristianto Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR — Kebakaran hebat yang menghanguskan padang savana di Pulau Gili Lawa Taman Nasional (TN) Komodo dipastikan akan membuat wisatawan susah melihat savana di pulau ini. Pemulihan savana ini pun membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Kepala TN Komodo Budhy Kurniawan menuturkan dibutuhkan paling cepat akhir tahun ini, savana di pulau eksotis ini baru dapat dinikmati kembali. Itu pun dengan syarat musim hujan datang lebih cepat.

“Tergantung dengan turunnya hujan, kalau turun lebih cepat mungkin iya [akhir tahun],” jelasnya dihubungi dari Denpasar, Jumat (3/8/2018).

Pengelola Taman Nasional Komodo memutuskan menutup sementara Pulau Gili Lawa paska kebakaran yang menghanguskan padang savana di pulau ini. Budhy mengatakan belum mengetahui luasan lahan di Gili Lawa yang terbakar. Dia hanya menegaskan luasan padang savana di salah satu objek wisata terkenal tersebut seluas 10 ha.

Budhy mengatakan penutupan tidak ditentukan berapa lama sesuai kebutuhan penyidikan oleh kepolisian. Dia menjelaskan saat ini pihak Polres Manggarai Barat sedang melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di salah satu lokasi terbaik di TN Komodo tersebut.

“Tadi pagi kepolisian sudah menyelidiki, dan kami tidak tentukan batas waktu penutupan. Selama penyelidikan dibutuhkan,” paparnya

Pihaknya menyerahkan pengusutan kasus ini kepada kepolisian. Dijelaskan olehnya, sekitar 10 orang telah diperiksa oleh petugas kepolisian terkait kebakaran yang membuat ramai jagat dunia maya tersebut.

Menurut Budhy, di antara 10 orang yang diperiksa tersebut ada pemandu wisata serta pengunjung yang diduga rombongan terakhir sebelum padang savana tersebut terbakar. Pulau Gili Lawa termasuk dalam kawasan TN Komodo. Pulau ini semakin digandrungi oleh wisatawan domestik dan internasional karena memiliki spot tertinggi untuk menikmati pemandangan di sekitarnya.