Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi Naik 1,6%, Prabowo Terkerek 5%

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) membagikan buku kepada anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7 - 2018). (Antara/Ahmad Subaidi)
03 Agustus 2018 15:30 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Survei Alvara Research Center menjelang dibukanya masa pendaftaran peserta Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 menunjukkan perkembangan elektabilitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Meski masih teratas, kata hasil survei ini, elektabilitas Jokowi hanya naik sedikit, sedangkan Prabowo naik 5%.

Survei Alvara Research Center menunjukkan Jokowi memiliki elektabilitas sebesar 48,4%, sedangkan Prabowo meraup 32,2%. Di bawah kedua tokoh itu, tertinggal jauh nama-nama Jusuf Kalla 1,5%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,4%, Gatot Nurmantyo 1,2%, Hary Tanoesoedibjo 1,1%, dan sejumlah nama lain. Terdapat 12% masyarakat yang belum menjatuhkan pilihannya.

Tokopedia

"Hanya dua calon konsisten nomor satu dan dua dengan dukungan signifikan. Kandidat lain satu koma atau nol koma," ujar Direktur Utama Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Alvara Research Center mengumpulkan data lewat wawancara tatap muka kepada 1.142 responden berusia di atas 17 tahun di seluruh Indonesia dari 20-28 Juli 2018. Marjin kesalahan survei sebesar +/- 2,95% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasanuddin mengatakan lembaganya telah tiga kali melakukan survei elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden yakni pada Januari-Februari 2018, April-Mei 2018, dan Juli 2018. Hasilnya, kenaikan elektabilitas Prabowo dibandingkan dengan survei April-Mei paling signifikan dari 27,2% menjadi 32,2%. Adapun, Jokowi hanya terdongkrak 1,6% dari 46,8% menjadi 48,4%.

Pendaftaran Pilpres 2019 dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum mulai Sabtu (4/8/2018) besok hingga ditutup Jumat (10/7/2018) pekan depan. Kontestan dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional pada Pemilu Legislatif 2014.

Hasil survei ini berbeda dari hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Juli lalu yang menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Jokowi jauh lebih unggul dibandingkan Prabowo dan tokoh lain yang dijagokan selama ini. Dalam survei LIPI, elektabilitas Jokowi lebih dari 50% sedangkan Prabowo hanya 26,6%.

"Pilihan capres lewat pertanyaan terbuka atau top of mind, Jokowi 46%, Prabowo Subianto 17%, dan pilihan capres berdasarkan pertanyaan tertutup dua nama menunjukkan Jokowi 58,2% dan Prabowo 26,6%," ujar peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin, dalam paparan hasil survei di Jakarta, Kamis (19/7/2018).